Kemenag: 204 Ribu Guru PAI Sudah Terima TPG, Pencairan Terus Dipercepat

SOSOK: Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri kegiatan penyaluran TPG PAI secara langsung ke rekening masing-masing guru di daerah - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, JAKARTA – Kementerian Agama mencatat sebanyak 204.747 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) telah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) hingga Maret 2026. Jumlah itu setara 87,4 persen dari total 234.265 guru penerima untuk periode Januari–Februari.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan percepatan pencairan terus dilakukan agar seluruh guru yang berhak segera menerima tunjangan tanpa kendala berkepanjangan.

“Bagi yang masih dalam proses, saya telah menginstruksikan jajaran di daerah untuk mempercepat verifikasi dokumen dan transfer bank agar tidak ada lagi guru yang harus menunggu terlalu lama,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (30/4/2026).

Kemenag juga memastikan pencairan TPG bagi guru madrasah non-ASN telah tuntas 100 persen secara nasional. Penyaluran tersebut termasuk untuk lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 yang telah memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG), dengan menggunakan anggaran yang tersedia di daerah.

Sementara itu, pencairan TPG bagi guru madrasah ASN masih berlangsung bertahap di sejumlah wilayah. Sebagian daerah telah menyalurkan, namun sebagian lainnya masih dalam proses administrasi.

“Pencairan TPG madrasah ASN masih belum seragam secara nasional,” katanya.

Selain fokus pada percepatan pencairan tunjangan, Kemenag juga menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui percepatan sertifikasi lewat program Pendidikan Profesi Guru.

Dalam dua tahun ke depan, Kemenag menargetkan sebanyak 467.353 guru berpendidikan S1 dapat menuntaskan sertifikasi dengan dukungan anggaran sebesar Rp11,59 triliun.

Partisipasi guru dalam program PPG juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2025, jumlah peserta PPG dalam jabatan mencapai 206.411 guru, naik sekitar 700 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 29.933 peserta.

Untuk guru yang belum tersertifikasi dan belum inpassing, Kemenag turut mengusulkan peningkatan bantuan insentif setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Program ini diperkirakan membutuhkan anggaran Rp12,76 triliun untuk menjangkau 467.809 guru.

Saat ini, total guru binaan Kemenag mencapai 1.157.050 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 360.632 guru atau 31,2 persen berstatus ASN, sedangkan 796.418 guru lainnya atau 68,8 persen merupakan non-ASN, dengan mayoritas mengabdi di madrasah.

Sumber: Tribunnews.com

Lebih baru Lebih lama