Tuduh Iran Langgar Gencatan Senjata, Trump Kirim Delegasi Nego ke Pakistan

Donald Trump. (Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa perwakilan AS akan melakukan perjalanan ke Islamabad, Pakistan, untuk bernegosiasi dengan Iran. Pernyataan Trump sambil menuduh Teheran melanggar perjanjian gencatan senjata di Selat Hormuz.

"Iran memutuskan untuk menembakkan peluru kemarin di Selat Hormuz-pelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata kita! Banyak di antaranya ditujukan ke kapal Prancis, dan kapal kargo dari Inggris. Itu tidak menyenangkan, bukan? Perwakilan saya akan pergi ke Islamabad, Pakistan-mereka akan berada di sana besok malam, untuk negosiasi," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social dilansir CNN, Minggu (19/4/2026).

Dalam sebuah wawancara dengan New York Post, Trump mengatakan utusan khusus Steve Witkoff akan pergi ke Pakistan dan bahwa menantunya Jared Kushner juga akan terlibat.

Trump juga mengklaim di media sosial bahwa tindakan Iran di sekitar jalur perairan strategis itu kontraproduktif, menambahkan, "Iran baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka menutup selat, yang aneh, karena blokade kita telah menutupnya. Mereka membantu kita tanpa menyadarinya, dan merekalah yang dirugikan dengan penutupan jalur tersebut, 500 juta dolar per hari! Amerika Serikat tidak kehilangan apa pun."

Ia menambahkan bahwa pola pengiriman bergeser sebagai akibatnya. "Faktanya, banyak kapal saat ini menuju AS, Texas, Louisiana, dan Alaska, untuk memuat barang, atas bantuan IRGC, yang selalu ingin menjadi 'si jagoan!'"

Trump mengatakan AS telah mengajukan apa yang ia gambarkan sebagai "Kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal," sambil mengeluarkan peringatan keras jika negosiasi gagal.

"Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik, dan setiap Jembatan, di Iran. Tidak ada lagi si orang baik!" Trump berkata,

"Mereka akan turun dengan cepat, mereka akan turun dengan mudah dan, jika mereka tidak menerima kesepakatan itu, akan menjadi kehormatan bagi saya untuk melakukan apa yang harus dilakukan, yang seharusnya telah dilakukan terhadap Iran, oleh presiden-presiden lain, selama 47 tahun terakhir. Sudah saatnya mesin pembunuh Iran berakhir!" tambahnya.

Sumber: detik.com

Lebih baru Lebih lama