Sekolah Rakyat Bakal Punya Asrama Berstandar Hotel Bintang Lima, Begini Penjelasan Mensos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan arahan terkait pengelolaan asrama Sekolah Rakyat.
KOORDINASI: Mensos Saifullah Yusuf memimpin rapat koordinasi terkait Sekolah Rakyat - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta pengelolaan asrama Sekolah Rakyat dilakukan secara profesional dengan standar pelayanan yang tinggi. Ia bahkan mengibaratkan pengelolaan fasilitas tersebut seperti hotel bintang lima.

Menurut Gus Ipul, keberadaan asrama tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal siswa, tetapi juga menjadi ruang utama dalam proses pembentukan karakter. Sebab, peserta didik akan menjalani aktivitas selama 24 jam di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Kemendikdasmen Pelajari Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah

"Anggap seperti mengelola hotel bintang lima. Bagaimana toiletnya, bagaimana tata kelolanya, bagaimana SDM-nya. Semua harus dipersiapkan dari sekarang," ujar Gus Ipul dalam rapat koordinasi bersama kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat seluruh Indonesia, dikutip dari laman Kementerian Sosial, Minggu (31/5/2026).

Ia menekankan bahwa seluruh aspek pengelolaan asrama harus dipersiapkan jauh sebelum fasilitas permanen Sekolah Rakyat mulai beroperasi. Kesiapan tersebut mencakup sarana pendukung, sumber daya manusia, hingga sistem pelayanan bagi para siswa.

Menurut Gus Ipul, seluruh unsur di lingkungan sekolah memiliki tanggung jawab yang sama dalam menciptakan suasana pendidikan yang nyaman, aman, dan disiplin. Tanggung jawab itu tidak hanya berada di tangan kepala sekolah dan guru, tetapi juga wali asuh serta petugas kebersihan.

"Mulai sekarang, bukan nanti. Kesiapan harus dibangun jauh sebelum Sekolah Rakyat permanen diresmikan," katanya.

Selain menyoroti pengelolaan asrama, Mensos juga meminta seluruh Sekolah Rakyat menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang seragam. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kualitas layanan pendidikan dan pengasuhan di setiap sekolah tetap sama.

Ia menegaskan tidak boleh ada perbedaan kualitas pelayanan antarsekolah, baik dalam kegiatan belajar mengajar maupun kehidupan siswa di asrama.

"Semua harus terprotokol dan terdokumentasi dengan baik. Tidak boleh ada Sekolah Rakyat yang kualitas layanannya jauh berbeda dengan yang lain," ujar Gus Ipul.

Standar yang dimaksud mencakup berbagai aspek kehidupan siswa, mulai dari proses pembelajaran, layanan kesehatan, pola pengasuhan, kegiatan ibadah, hingga tata kelola kehidupan sehari-hari di asrama.

Untuk mendukung pengawasan dan keamanan, Kementerian Sosial juga berencana memperkuat sistem monitoring berbasis teknologi. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik sekolah.

Menurut Gus Ipul, penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan para kepala sekolah agar mulai membangun pola kepemimpinan yang lebih adaptif dan berorientasi pada pelayanan.

Baca Juga: Prabowo Minta Bahasa Prancis Diajarkan di Sekolah

"Naikkan level kepemimpinan dan cara berpikir kita. Bangun budaya disiplin, kebersihan, ketertiban, dan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak kita," tuturnya.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Karena itu, Kemensos ingin memastikan setiap sekolah tidak hanya menyediakan fasilitas belajar yang memadai, tetapi juga lingkungan tempat tinggal yang mendukung tumbuh kembang dan pembentukan karakter peserta didik.

Sumber: Idntimes.com

Lebih baru Lebih lama