![]() |
| MERIAH: Peserta Festival Sepak Bola Usia Dini kategori U-10 dan U-12 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan merayakan kemenangan timnya - Foto Dok MC Kalsel |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Festival Sepak Bola Usia Dini kategori U-10 dan U-12 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan sukses digelar di Lapangan Minisoccer Mabrur, Banjarbaru, Minggu (28/6/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan bersama Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Kalimantan Selatan itu menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet sepak bola muda.
Selain mempertandingkan kategori U-10 dan U-12, festival yang diikuti perwakilan dari 10 kabupaten dan kota tersebut juga menjadi tolok ukur perkembangan pembinaan sepak bola usia dini di Kalimantan Selatan.
Kepala Dispora Kalimantan Selatan, Pebriadin Hapiz, mengatakan penyelenggaraan festival merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Selatan untuk memperkuat kolaborasi dengan organisasi masyarakat dalam membudayakan olahraga sekaligus membina atlet sejak usia dini.
Menurutnya, festival tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemantauan potensi atlet muda yang tersebar di berbagai daerah.
"Festival ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi sarana mengenalkan nilai-nilai sportivitas kepada anak-anak sejak usia dini. Di dalamnya juga terdapat proses talent scouting sehingga kami dapat mengevaluasi pembinaan olahraga yang telah berjalan di kabupaten dan kota," ujarnya.
Pebriadin menilai hasil kompetisi tahun ini menunjukkan kualitas pembinaan sepak bola usia dini semakin merata. Dominasi daerah tertentu mulai bergeser dengan munculnya prestasi dari kabupaten dan kota lain.
"Kalau sebelumnya pada ajang Piala Presiden didominasi Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, kali ini juara berasal dari Banjarbaru dan Tanah Bumbu. Ini menunjukkan kekuatan sepak bola usia dini sudah semakin merata dan tidak hanya terpusat di kota besar," katanya.
Pada kategori U-10, FORSGI Banjarbaru berhasil menjadi juara setelah mengalahkan FORSGI Kabupaten Tapin di partai final. Posisi ketiga ditempati FORSGI Kota Banjarmasin.
Sementara itu, gelar juara kategori U-12 diraih FORSGI Kabupaten Tanah Bumbu setelah menaklukkan FORSGI Kota Banjarbaru di laga final. Adapun peringkat ketiga menjadi milik FORSGI Kabupaten Tanah Laut.
Trofi dan medali juara diserahkan langsung oleh Pebriadin Hapiz didampingi Ketua FORSGI Kalimantan Selatan, Budiono, serta Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalimantan Selatan, Muhammad Anugrah.
Ketua FORSGI Kalimantan Selatan, Budiono, mengatakan festival tersebut sekaligus menjadi tahapan seleksi menuju Piala Bila Negara tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Juli 2026.
Ia menjelaskan, tim yang akan mewakili Kalimantan Selatan tidak otomatis berasal dari tim juara. FORSGI akan memilih 14 pemain terbaik berdasarkan hasil pemantauan selama pertandingan berlangsung.
"Ini membuktikan pembinaan sepak bola usia dini sudah berkembang di hampir seluruh kabupaten dan kota. Harapannya akan terus lahir bibit-bibit muda yang mampu membawa prestasi bagi Kalimantan Selatan," ujarnya.
Para pemain yang terpilih nantinya akan mengikuti pemusatan latihan (TC) serta menjalani pertandingan uji coba sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalimantan Selatan, Muhammad Anugrah, menilai festival tahun ini berlangsung kompetitif sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar sportivitas melalui sepak bola.
"Melalui sepak bola, anak-anak belajar sportivitas sekaligus menikmati proses bermain. Festival ini akan kami jadwalkan setiap tahun karena menjadi salah satu ajang strategis untuk mencetak atlet sepak bola sejak usia dini bagi Kalimantan Selatan," pungkasnya.
Festival ini memperlihatkan pembinaan sepak bola usia dini di Kalimantan Selatan mulai berkembang lebih merata. Selain menjadi ajang kompetisi, proses seleksi pemain terbaik memberikan peluang lahirnya regenerasi atlet yang dipersiapkan untuk bersaing di level nasional.
Melalui kolaborasi antara Dispora Kalimantan Selatan dan FORSGI, Festival Sepak Bola Usia Dini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat pembinaan, memperluas pencarian bakat, serta melahirkan pesepak bola muda berprestasi dari berbagai daerah di Banua.
Penulis: M Faidurrahman
