Kalsel Targetkan Perdagangan Karbon Mulai Berjalan pada 2030

Rapat koordinasi pemanfaatan potensi ekonomi karbon daerah di Banjarmasin
KOORDINASI: Rapat Koordinasi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Pemanfaatan Potensi Ekonomi Karbon Daerah - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan perdagangan karbon mulai memasuki tahap implementasi pada periode 2029 hingga 2030. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi hijau sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Target tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Pemanfaatan Potensi Ekonomi Karbon Daerah yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Banjarmasin, Senin (22/6/2026).

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Elminsyah Jaya, mengatakan saat ini pemerintah masih fokus melakukan pemetaan potensi ekonomi karbon serta mengidentifikasi peluang yang dapat dikembangkan.

Menurutnya, berbagai masukan dari akademisi dan tenaga ahli menjadi bekal penting untuk menyusun langkah strategis menuju implementasi perdagangan karbon di Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, hari ini kita mendapatkan banyak masukan dari Prof. Johari, akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat, serta Tenaga Ahli Gubernur Dr. Sugiarto Sumas. Kita membicarakan bagaimana perdagangan karbon dapat menjadi instrumen penguatan Green Economy Index,” ujarnya.

Eddy menilai perdagangan karbon memiliki prospek besar sebagai instrumen ekonomi masa depan yang dapat melengkapi sektor-sektor konvensional yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan daerah.

“Harapan kita, ini menjadi salah satu trigger pertumbuhan ekonomi. Jadi pertumbuhan ekonomi kita tidak hanya bertumpu pada sektor-sektor konvensional, tetapi juga mulai mengarah pada pertumbuhan ekonomi hijau atau green economy yang lebih berkelanjutan,” katanya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemprov Kalsel akan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah. Penguatan regulasi, data pendukung, dan kajian teknis menjadi fokus utama sebelum memasuki tahap implementasi.

“Ke depan akan kita elaborasikan lebih lanjut bersama lintas SKPD. Kita perlu penguatan regulasi dan penguatan kajian karena saat ini masih dalam tahap pemetaan,” ujar Eddy.

Selain membuka peluang ekonomi baru, perdagangan karbon juga diharapkan mendukung upaya pengendalian perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

Pemprov Kalsel optimistis potensi ekonomi karbon yang dimiliki daerah dapat menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat daya saing ekonomi hijau pada masa mendatang.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama