![]() |
| RAMAI: Lalu lintas kapal di Selat Hormuz sebelum blokade militer oleh Iran dampak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, WASHINGTON D.C – Selat Hormuz mulai kembali dilalui kapal-kapal komersial setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir di Timur Tengah.
Normalisasi aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut menjadi perhatian pasar global karena Selat Hormuz merupakan salah satu rute utama perdagangan energi dunia yang selama konflik terdampak pembatasan dan blokade.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan jalur pelayaran itu akan "sepenuhnya terbuka" pada 19 Juni 2026, bertepatan dengan agenda penandatanganan resmi perjanjian damai antara Washington dan Teheran di Swiss.
"Kapal-kapal mulai bergerak, banyak yang membawa minyak, keluar dari Selat Hormuz," kata Trump, dikutip dari Straits Times, Selasa (16/6/2026).
Media Iran melaporkan sedikitnya tiga kapal tanker minyak dan dua kapal kargo telah melintasi perairan tersebut. Sebelumnya, akses Selat Hormuz ditutup Iran selama konflik berlangsung, sementara Amerika Serikat memberlakukan pembatasan terhadap pengiriman menuju dan dari pelabuhan Iran.
Kembalinya aktivitas pelayaran memicu respons positif dari pasar keuangan global. Harga minyak mentah dilaporkan turun hampir 5 persen, sementara sejumlah indeks saham utama dunia bergerak menguat.
Sejumlah pejabat Amerika Serikat menyebut dokumen perjanjian damai telah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, serta Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Meski demikian, penandatanganan resmi tetap dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni di Swiss.
Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah yang membawa "akhir langsung" bagi perang yang terjadi antara kedua negara. Ia menambahkan pembahasan mengenai perjanjian final masih akan dilanjutkan dalam dua bulan mendatang.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyambut kesepakatan tersebut dan menilainya sebagai capaian penting bagi kawasan Timur Tengah. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran tetap bersikap hati-hati mengingat pengalaman sebelumnya terkait pelanggaran komitmen dalam sejumlah perjanjian internasional.
Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu perkembangan penting pasca-kesepakatan damai AS-Iran karena berpotensi memulihkan arus perdagangan energi global yang sempat terganggu akibat konflik.
Sumber: Liputan6.com
