![]() |
| RESMI: Gubernur Muhidin bersama jajaran Forkopimda Kalsel resmi mencanangkan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra produksi jagung - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Kabupaten Tanah Laut resmi ditetapkan sebagai sentra jagung Provinsi Kalimantan Selatan dalam pencanangan yang dipimpin Gubernur Kalsel H Muhidin di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Senin (29/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Penetapan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung sebagai komoditas strategis untuk kebutuhan pangan dan industri pakan ternak di Kalimantan Selatan.
Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin mengatakan pencanangan Tanah Laut sebagai sentra jagung merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
"Alhamdulillah, hari ini kita bangga bisa mencanangkan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung Provinsi Kalimantan Selatan. Ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional," ujarnya.
Menurut Muhidin, pemerintah daerah akan mempercepat pengembangan kawasan jagung melalui optimalisasi lahan perkebunan, pemanfaatan lahan tidur, serta penerapan pola tanam tumpang sari.
Ia menilai lahan yang selama ini dianggap kurang produktif masih dapat dimanfaatkan untuk pertanian dengan dukungan teknologi yang tepat.
Muhidin juga mengapresiasi inovasi Polda Kalimantan Selatan dalam mengelola lahan dengan tingkat keasaman tinggi sehingga tetap mampu menghasilkan tanaman jagung secara optimal. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Kalsel.
"Kami mengajak seluruh bupati dan wali kota bersama-sama memanfaatkan lahan-lahan yang masih kosong agar bisa ditanami jagung. Dengan kolaborasi pemerintah daerah, Polda, DPRD, dan Dinas Pertanian, kita optimistis produksi jagung Kalsel akan terus meningkat," katanya.
Sebagai bentuk dukungan kepada petani, Pemprov Kalsel bersama Polda Kalsel menyiapkan empat unit alat pengering jagung atau dryer serta lima unit traktor yang akan dimanfaatkan kelompok tani di Kabupaten Tanah Laut.
Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus efisiensi pengolahan lahan pertanian.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan pengembangan sentra jagung telah dimulai sejak awal 2025 melalui sejumlah pembenahan, mulai dari stabilisasi harga, peningkatan produksi, hingga penyusunan tabel refaksi jagung sebagai acuan penentuan harga berdasarkan kadar air.
Menurutnya, harga jagung di tingkat petani pada awal program masih berada di kisaran Rp1.800 hingga Rp2.000 per kilogram. Untuk memberikan kepastian harga, Polda melalui Perskopol membeli hasil panen petani sebesar Rp3.600 per kilogram.
"Kami juga berkolaborasi dengan Universitas Lambung Mangkurat menyusun tabel refaksi yang kini menjadi salah satu yang pertama di Indonesia. Harapannya, petani mendapatkan harga yang lebih adil sesuai kualitas jagung yang dihasilkan," ujarnya.
Rosyanto menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, Polri, Bulog, akademisi, penyuluh pertanian, dunia usaha, dan petani menjadi faktor penting dalam peningkatan produksi jagung di Kalimantan Selatan.
Selain penyediaan alat pertanian, pihaknya juga menyiapkan sistem penyediaan benih, distribusi pupuk, serta mekanisme pembelian hasil panen agar petani tidak mengalami kendala selama masa tanam maupun panen.
Penulis: M Faidurrahman
