![]() |
| BANGUNAN: Gedung Balai Kota Banjarbaru - Foto Dok M Faidurrahman |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Kota Banjarbaru kembali mencatatkan prestasi di bidang tata kelola aparatur sipil negara (ASN). Berdasarkan hasil Indeks Kualitas Data (IKADA) Semester I Tahun 2026 yang dirilis Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN), Banjarbaru meraih peringkat pertama dengan nilai 99,99, tertinggi di antara seluruh pemerintah kabupaten/kota di wilayah kerja Kanreg VIII BKN.
Capaian tersebut menempatkan Banjarbaru sebagai daerah dengan kualitas pengelolaan data ASN terbaik di regional, sekaligus mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mewujudkan tata kelola kepegawaian yang akurat, tertib, transparan, dan berintegritas.
Dalam daftar Top 5 Kabupaten/Kota dengan nilai IKADA tertinggi Semester I Tahun 2026, Banjarbaru berada di posisi teratas dengan predikat Tinggi. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Kotawaringin Barat yang sama-sama meraih nilai 99,99, disusul Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kota Bontang dengan nilai 99,98.
Atas capaian tersebut, Kantor Regional VIII BKN menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah yang berhasil meraih predikat tinggi dalam penilaian IKADA Semester I Tahun 2026.
"Terima kasih atas komitmen dan kerja kerasnya dalam menjaga kualitas tata kelola data ASN demi pelayanan yang lebih prima. Mari terus tingkatkan akurasi dan konsistensi data menuju satu data ASN yang berintegritas," tulis BKN Regional VIII melalui unggahan resminya.
Menanggapi capaian tersebut, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menegaskan bahwa hasil pengukuran Semester I masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring perkembangan pemutakhiran data serta tahapan pengukuran IKADA Tahun 2026.
"Alhamdulillah dari hasil pemantauan Semester I ini, walaupun masih bersifat dinamis dan akan diperbarui sesuai perkembangan pemutakhiran data serta tahapan pengukuran IKADA Tahun 2026, kami berkomitmen terus memantau dan mengevaluasi pada instansi masing-masing guna mendukung peningkatan kualitas data ASN serta peningkatan kualitas layanan publik," ujar Lisa, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, evaluasi secara berkelanjutan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola kepegawaian.
"Kami juga berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan peringkat, memperkuat kepatuhan terhadap standar BKN, mencegah fraud, serta mengoptimalkan sistem pengelolaan data ASN," tambahnya.
IKADA merupakan instrumen yang digunakan BKN untuk mengukur kualitas pengelolaan data ASN di setiap instansi pemerintah. Penilaiannya dilakukan melalui empat dimensi utama, yakni Completeness atau kelengkapan data ASN, Timeliness atau ketepatan waktu pemutakhiran data, Accuracy yang mengukur tingkat akurasi data, serta Consistency atau konsistensi data dalam sistem manajemen kepegawaian.
Keempat dimensi tersebut menjadi indikator penting dalam mewujudkan satu data ASN yang berkualitas sekaligus mendukung pengambilan kebijakan kepegawaian yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Raihan nilai 99,99 menjadi modal penting bagi Pemerintah Kota Banjarbaru untuk terus meningkatkan kualitas manajemen ASN, menjaga integritas data kepegawaian, serta memperkuat pelayanan publik berbasis data yang akurat dan terpercaya.
Penulis: M Faidurrahman
