![]() |
| SOSOK: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, menyampaikan sambutan di momen peresmian Rumah Panggung Evakuasi Aman Bencana Berbasis Kemitraan (Bapangku Bamitra) - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meresmikan delapan unit Rumah Panggung Evakuasi Aman Bencana Berbasis Kemitraan (Bapangku Bamitra) di sejumlah desa rawan banjir. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat mitigasi banjir sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Program ini merupakan hasil evaluasi pascabanjir besar yang melanda Kabupaten Balangan pada 2022. Selain menjadi lokasi evakuasi sementara, rumah panggung juga disiapkan sebagai pusat edukasi kebencanaan dan pelatihan kesiapsiagaan masyarakat di tingkat desa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, mengatakan rumah panggung evakuasi dirancang untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi warga, terutama kelompok rentan saat banjir terjadi.
Menurutnya, bangunan tersebut dibangun lebih tinggi dari permukaan tanah sehingga tetap aman digunakan ketika kawasan permukiman tergenang banjir. Prioritas evakuasi diberikan kepada ibu hamil, balita, lansia, penyandang disabilitas, anak-anak, serta warga yang sedang sakit.
"Rumah panggung ini disiapkan sebagai tempat evakuasi sementara bagi masyarakat terdampak banjir. Prioritas utama diberikan kepada ibu hamil, balita, lansia, penyandang disabilitas, anak-anak, dan warga yang sedang sakit. Bangunan ini dirancang lebih tinggi dari permukaan tanah sehingga tetap aman saat banjir terjadi," ujar H. Rahmi, Rabu (8/7/2026).
Delapan rumah panggung evakuasi tersebut telah dibangun di Desa Pupuyuan, Pimping, Ambakiang, Bata, Galumbang, Teluk Bayur, Juai, dan Buntu Karau. Seluruh desa tersebut merupakan kawasan dengan tingkat kerawanan banjir yang tinggi dan telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).
H. Rahmi menjelaskan, rumah panggung tidak hanya difungsikan sebagai tempat evakuasi sementara, tetapi juga akan dimanfaatkan sebagai pusat edukasi kebencanaan, posko pengendalian operasi di tingkat desa, lokasi pelatihan kesiapsiagaan masyarakat, hingga dapur umum saat masa tanggap darurat.
"Harapan kami, masyarakat semakin siap menghadapi potensi bencana. Dengan adanya rumah panggung ini, proses evakuasi bisa dilakukan lebih cepat, aman, dan terkoordinasi sehingga risiko korban jiwa maupun dampak kesehatan akibat banjir dapat diminimalkan," katanya.
Sementara itu, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Balangan, Hafis Anshari, menegaskan pembangunan rumah panggung evakuasi menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengurangi risiko bencana.
"Pengurangan risiko bencana tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kehadiran rumah panggung evakuasi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi mampu menghadirkan perlindungan bagi masyarakat bahkan sebelum bencana terjadi," ujarnya.
Melalui program Bapangku Bamitra, BPBD Kabupaten Balangan berharap budaya sadar bencana terus tumbuh di tengah masyarakat. Delapan rumah panggung evakuasi tersebut diharapkan menjadi model mitigasi berbasis kemitraan yang mampu mengurangi dampak banjir, melindungi kelompok rentan, serta memperkuat ketahanan desa dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
Penulis: M Faidurrahman
