![]() |
| MENANGIS: Kapten Timnas Portugal Cristiano Ronaldo menangis usai timnya dikalahkan Spanyol 0-1 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, ARLINGTON - Perjalanan Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia resmi berakhir tanpa trofi juara. Portugal tersingkir setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri penampilan Ronaldo di ajang Piala Dunia. Sebelum pertandingan, megabintang Portugal itu telah memastikan edisi 2026 menjadi turnamen terakhirnya.
Portugal harus mengakhiri langkahnya di babak 16 besar setelah kebobolan pada masa injury time. Gol tunggal kemenangan Spanyol dicetak Mikel Merino pada menit ke-90+1 memanfaatkan umpan Ferran Torres.
Kekalahan itu memastikan Cristiano Ronaldo gagal mewujudkan ambisinya menutup karier Piala Dunia dengan gelar juara.
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan, penyerang berusia 41 tahun tersebut telah mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 menjadi penampilan terakhirnya di kompetisi sepak bola paling bergengsi itu.
"Ya, ini (Piala Dunia 2026) yang terakhir bagi saya. Mari kita jalani dan menikmatinya," ujar Ronaldo.
Dengan keputusan tersebut, Ronaldo dipastikan tidak akan tampil pada Piala Dunia 2030, meski Portugal menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara.
Selama kariernya, Ronaldo tampil dalam enam edisi Piala Dunia, yakni 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026. Ia juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang berhasil mencetak gol pada enam edisi Piala Dunia berbeda.
Dari 27 penampilan di Piala Dunia, Ronaldo mengoleksi 11 gol. Pencapaian terbaiknya bersama Portugal terjadi pada Piala Dunia 2006 saat membawa tim melaju hingga semifinal.
Meski gagal mempersembahkan trofi Piala Dunia, Ronaldo tetap menutup karier internasionalnya di ajang tersebut dengan sederet pencapaian individu. Lima gelar Ballon d'Or menjadi bagian dari warisan yang mengukuhkan namanya sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah.
Penulis: M Faidurrahman
