Dinkes Kalsel Tetapkan 5 Prioritas Hidup Sehat di Sekolah, Cegah Anemia hingga Bullying

RAMAI: Suasana kegiatan belajar pada salah satu sekolah tingkat dasar - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menetapkan lima prioritas pembudayaan hidup sehat di sekolah dan madrasah sebagai langkah membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik peserta didik, tetapi juga mencakup kesehatan mental, pencegahan perundungan (bullying), hingga pembentukan agen perubahan kesehatan di lingkungan sekolah.

Komitmen itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, saat membuka Pertemuan Peningkatan Tata Kelola dan Monitoring Pembudayaan Hidup Sehat Tatanan Sekolah/Madrasah Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Banjarmasin, Selasa (7/7/2026).

Diauddin mengatakan tantangan kesehatan anak usia sekolah dan remaja semakin kompleks sehingga diperlukan penguatan budaya hidup sehat melalui kolaborasi lintas sektor.

Prioritas pertama adalah pencegahan anemia pada remaja, terutama remaja putri, melalui penguatan program konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin di sekolah.

"Anemia tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memengaruhi konsentrasi belajar, produktivitas, hingga kualitas kesehatan di masa depan. Karena itu, pelaksanaan konsumsi Tablet Tambah Darah harus terus diperkuat dengan dukungan semua pihak," ujarnya.

 

Prioritas kedua adalah memperkuat kesehatan jiwa peserta didik. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak melalui komunikasi yang positif serta bebas dari tekanan maupun diskriminasi.

Selanjutnya, Dinkes Kalsel juga menaruh perhatian pada pencegahan bullying, kekerasan, dan berbagai perilaku berisiko agar sekolah menjadi lingkungan yang ramah anak serta menghargai keberagaman.

Selain itu, penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) terus didorong melalui pembiasaan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, pemeriksaan kesehatan berkala, menjaga kebersihan lingkungan, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Prioritas kelima adalah meningkatkan literasi kesehatan sekaligus membentuk Agen Perubahan Kesehatan di sekolah agar pelajar mampu menjadi pelopor perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Diauddin menegaskan keberhasilan pembudayaan hidup sehat tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Sinergi dengan dunia pendidikan, Kementerian Agama, pemerintah daerah, puskesmas, orang tua, dunia usaha, hingga masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

"Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu Bekerja Bersama, Merangkul Semua. Keberhasilan pembangunan kesehatan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat," katanya.

Melalui pertemuan ini, Dinkes Kalsel menargetkan penguatan tata kelola pembudayaan hidup sehat di sekolah dan madrasah, peningkatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi monitoring pelaksanaan UKS/M dan PHBS, serta penyusunan langkah strategis yang berkelanjutan.

Diauddin menambahkan sekolah yang sehat tidak hanya dinilai dari kondisi fisiknya, tetapi juga dari terbentuknya kebiasaan hidup sehat dalam keseharian peserta didik, mulai dari pola makan bergizi, aktivitas fisik, menjaga kesehatan jiwa, hingga kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

"Melalui komitmen bersama, kita dapat mewujudkan sekolah dan madrasah yang sehat sebagai fondasi lahirnya generasi Kalimantan Selatan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," tutupnya.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama