Dishub Banjarmasin Tagih Penabrak APILL, Kerugian Aset Daerah Hampir Rp100 Juta

RUAS JALAN: Kondisi Simpang Empat Belitung, Banjarmasin mengalami kerusakan usai kejadian tabrakan beberapa waktu lalu - Foto Dok Radar Banjarmasin 

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin mendesak penabrak alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di salah satu persimpangan segera bertanggung jawab. Kerusakan pada traffic light beserta perangkat pengendalinya diperkirakan menimbulkan kerugian aset daerah hingga hampir Rp100 juta.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, mengatakan pihaknya hingga kini masih menunggu itikad baik pelaku untuk mengganti kerusakan. Menurutnya, proses tersebut tidak boleh berlarut-larut karena anggaran pemeliharaan fasilitas lalu lintas pemerintah sangat terbatas.

"Kami sebenarnya menunggu pertanggungjawaban dari si penabrak. Harapannya tidak perlu lama-lama karena anggaran untuk perbaikan sangat terbatas," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).


Slamet menjelaskan kerusakan tidak hanya terjadi pada lampu lalu lintas, tetapi juga Police Control Unit (PCU) yang merupakan pusat pengendali sistem APILL di persimpangan tersebut.

"Dari perhitungan kami, kerusakan PCU dan traffic light nilainya kurang lebih mendekati Rp100 juta," katanya.

Menurutnya, sebagian fungsi lampu lalu lintas memang masih dapat dioperasikan. Namun, tiang penyangga yang rusak akibat benturan belum dapat diganti sehingga sistem belum pulih sepenuhnya.

"Batang atau tiang yang rusak belum tergantikan sehingga kondisinya memang belum kembali normal," jelasnya.

Dishub Banjarmasin juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan proses penyelesaian tanggung jawab berjalan sesuai ketentuan. Penggantian kerugian dinilai penting agar perbaikan fasilitas lalu lintas dapat segera dilakukan dan tidak mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Slamet berharap pelaku segera menunjukkan itikad baik sehingga aset publik yang rusak dapat dipulihkan tanpa harus menunggu proses yang berkepanjangan.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama