![]() |
| RAMAI: Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi memimpin mahasiswa ULM mengenal lingkungan Komplek Rina Karya - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Kelurahan Guntung Paikat di Kota Banjarbaru menjadi lokasi pembelajaran pengelolaan sampah bagi mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang akan menjalani KKN Tematik Lingkungan Hidup. Sebanyak 531 mahasiswa mengikuti pembekalan tersebut sebelum diterjunkan ke Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Bumbu pada 13 Juli 2026.
Komplek Rina Karya di RT 03 RW 04 dipilih sebagai lokasi pembelajaran lapangan karena dinilai memiliki sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berjalan baik serta didukung partisipasi warga dalam menjaga lingkungan.
Selama pembekalan, mahasiswa menerima materi di dalam ruangan sekaligus melakukan observasi langsung terhadap praktik pengelolaan sampah yang diterapkan masyarakat. Kunjungan lapangan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan 50 mahasiswa setiap harinya.
Mahasiswa mengamati pemilahan sampah rumah tangga, berdiskusi dengan perangkat kelurahan dan warga, serta mempelajari upaya pengurangan timbulan sampah dan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.
Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi, mengatakan penetapan Komplek Rina Karya sebagai lokasi pembelajaran berasal dari rekomendasi Pusat Pengendalian Lingkungan (PUSDAL) Kementerian Lingkungan Hidup melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru.
Menurut dia, kawasan tersebut dinilai memenuhi berbagai indikator sebagai lokasi pembelajaran pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
“Kami hanya menerima penugasan dari Dinas Lingkungan Hidup. Penentuan lokus berasal dari PUSDAL Kementerian Lingkungan Hidup karena kawasan Rina Karya dianggap memenuhi kriteria sebagai lokasi pembelajaran. Pengelolaan sampahnya cukup lengkap, masyarakatnya aktif, dan pemanfaatan pekarangan rumah untuk tanaman pangan juga berkembang dengan baik,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Reza menuturkan, pembelajaran lapangan menjadi bekal penting agar mahasiswa memahami tantangan dan solusi pengelolaan lingkungan yang akan dihadapi selama menjalankan KKN.
![]() |
| DIALOG: Lurah Guntung Paikat menjelaskan salah satu program pengelolaan lingkungan yang sedang dijalankan di Komplek Rina Karya - Foto Dok Istimewa |
Ia menambahkan, Kelurahan Guntung Paikat terus mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan melalui berbagai inovasi, salah satunya Program Gapai Berkah atau Gerakan Pilah Sampah Menjadi Berkah.
Program tersebut mengajak masyarakat memilah sampah sejak dari rumah agar memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memperkuat edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam menjalankan gerakan tersebut.
“Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat ikut berkolaborasi memberikan edukasi kepada masyarakat, mendukung pengembangan Program Gapai Berkah, serta memperkuat berbagai kegiatan lingkungan lainnya. Semoga kolaborasi ini memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Reza.
Sementara itu, Ketua RT 03 RW 04 Komplek Rina Karya, Sudaryono, menyambut positif dipilihnya wilayahnya sebagai lokasi pembekalan mahasiswa ULM. Menurut dia, persoalan sampah memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi.
“Kegiatan ini sangat mendukung gerakan pemilahan sampah, baik sampah organik dari dapur maupun sampah kering yang masih memiliki nilai guna. Kalau mahasiswa ikut bergerak bersama masyarakat, insyaallah Banjarbaru akan semakin cepat bebas dari persoalan sampah dan harapan Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dapat segera terwujud,” ujarnya.
Mahasiswa yang mengikuti pembekalan selanjutnya akan ditempatkan di sejumlah lokasi KKN di Banjarbaru dan Tanah Bumbu untuk menjalankan edukasi, pendampingan, pemberdayaan masyarakat, serta aksi nyata di bidang pengelolaan lingkungan hidup.
Penulis: M Faidurrahman

