SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin Hanya Terima Satu Murid Baru, MPLS Digabung

SEPI: Suasana MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Suasana hari pertama sekolah yang biasanya dipenuhi puluhan murid baru tampak berbeda di SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, sekolah ini hanya menerima satu peserta didik baru sehingga kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) digabung dengan SDN Teluk Dalam 9 agar siswi tersebut tidak menjalani hari pertamanya seorang diri.

Kebijakan tersebut diambil untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membantu murid baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Teluk Dalam 10, Arief Rakhman Hakim, mengatakan sekolah yang berada satu kompleks dengan SDN Teluk Dalam 9 itu saat ini memiliki sekitar 26 siswa yang tersebar di enam ruang belajar.

"Tahun ini kami meluluskan dua siswa, kemudian ada siswa pindahan dan ada siswa baru jadi total sekitar 26 orang siswa," kata Rakhman.

 

Satu-satunya murid baru pada tahun ajaran 2026/2027 adalah Talita Nazwa. Pada hari pertama MPLS, Talita datang mengenakan seragam merah putih didampingi ibunya.

Agar tidak mengikuti kegiatan seorang diri, pihak sekolah memutuskan menggabungkan seluruh rangkaian MPLS dengan SDN Teluk Dalam 9 yang berada di lingkungan yang sama.

"Kita memilih menggabung untuk siswa merasa bahagia dan senang, jadi tidak merasa sendiri saat MPLS," ujar Rakhman.

Ia menjelaskan, kegiatan MPLS akan berlangsung selama lima hari. Selama masa tersebut, Talita mengikuti seluruh aktivitas bersama murid baru SDN Teluk Dalam 9.

Namun, setelah MPLS berakhir, kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan di sekolah masing-masing.

"Untuk pembelajaran masih terpisah, jadi nanti akan kembali ke sekolah masing-masing. Hanya untuk MPLS ini digabungnya," jelasnya.

Rakhman mengungkapkan minimnya jumlah peserta didik baru dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari banyaknya pilihan sekolah, perpindahan domisili masyarakat, hingga preferensi orang tua dalam menentukan tempat belajar anak.

"Mungkin karena orang tua punya pilihan sendiri untuk sekolahnya, jadi banyak faktor ada eksternal dan internal," katanya.

Menurutnya, sekolah telah berupaya menjaring peserta didik melalui mekanisme SPMB secara daring maupun luring. Namun hingga masa pendaftaran berakhir, hanya satu calon siswa yang mendaftar.

Meski demikian, ia optimistis jumlah peserta didik dapat meningkat pada tahun-tahun mendatang. SDN Teluk Dalam 10, kata dia, memiliki fasilitas yang cukup memadai, seperti ruang kelas yang nyaman, perpustakaan, serta toilet terpisah bagi siswa dan guru.

"Semoga nanti ke depan kita makin ramai pendaftar, dan terus bertambah siswanya," tutup Rakhman.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama