Kabut Asap Banjarbaru Meluas, Wali Kota Lisa Imbau Warga Gunakan Masker

SOSOK: Wali Kota Lisa saat mengikuti Apel Gabungan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla se-Provinsi Kalsel beberapa waktu lalu - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (20/7/2026). Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Dampak kabut asap mulai dirasakan di beberapa kawasan, terutama Kecamatan Liang Anggang, Landasan Ulin, dan Cempaka, seiring meningkatnya kejadian karhutla selama musim kemarau.

Lisa mengatakan keselamatan masyarakat, relawan, dan petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla harus menjadi prioritas.

Ia meminta petugas di lapangan tetap menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap selama menjalankan tugas, sementara masyarakat diminta mengurangi risiko paparan asap dengan menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan.

"Khususnya bagi relawan dan petugas di lapangan, utamakan keselamatan diri dengan menggunakan APD lengkap. Untuk masyarakat, lindungi diri dan keluarga dari dampak karhutla, gunakan masker saat keluar rumah, perbanyak minum air putih, serta segera ke puskesmas apabila mengalami sesak napas atau demam tinggi," ujar Lisa.

 

Selain mengimbau masyarakat menjaga kesehatan, Lisa juga mengingatkan pentingnya pencegahan kebakaran sejak dini. Menurutnya, peran aktif masyarakat menjadi faktor utama agar karhutla tidak semakin meluas.

"Kesadaran masyarakat adalah benteng pertama dalam mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan jangan pula membakar sampah lalu ditinggalkan," tegasnya.

Pemerintah Kota Banjarbaru, lanjut Lisa, telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran lebih tinggi.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memantau dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Apabila kualitas udara terus memburuk, berbagai langkah antisipasi, termasuk di sektor pendidikan, akan disiapkan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

"Kami terus mencari solusi terbaik sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Khususnya meminimalkan dampak kabut asap terhadap masyarakat," katanya.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Banjarbaru hingga pertengahan Juli 2026, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 200,6 hektare dari 49 kejadian karhutla sejak Januari 2026.

Kebakaran paling banyak terjadi di Kecamatan Cempaka, Liang Anggang, dan Landasan Ulin. Sementara itu, titik panas (hotspot) juga terpantau di kawasan Sungai Ulin dan Guntung Manggis.

Proses pemadaman hingga kini masih menghadapi kendala, terutama sulitnya akses menuju lokasi kebakaran serta keterbatasan sumber air di sejumlah titik.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama