Sekolah Rakyat Banjarbaru Siap Beroperasi, MPLS Dimulai 14 Juli 2026

PENINJAUAN: Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby melakukan peninjauan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banjarbaru - Foto Dok Sentra Budi Luhur

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Pemerintah Kota Banjarbaru memastikan Sekolah Rakyat Permanen siap beroperasi untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2026, penyelesaian asrama, ruang belajar, hingga layanan pendukung terus dipacu agar seluruh fasilitas siap digunakan sejak hari pertama.

Persiapan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung yang dilakukan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, bersama jajaran Kementerian Sosial Republik Indonesia, Sentra Budi Luhur, serta perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum di lokasi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banjarbaru, belum lama tadi.

Dalam peninjauan itu, rombongan mengevaluasi kesiapan ruang belajar, fasilitas pendukung, lingkungan sekolah, hingga tiga unit asrama yang akan menjadi tempat tinggal peserta didik selama menjalani pendidikan berbasis boarding school.

Lisa menegaskan, Program Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Sekolah Rakyat adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak, khususnya mereka yang membutuhkan," ujar Lisa.

 

Ia memastikan Pemerintah Kota Banjarbaru terus mempercepat penyelesaian seluruh fasilitas agar kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai jadwal.

"Kami ingin setiap anak memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, berkualitas, serta mampu membentuk generasi Banjarbaru yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing," tegasnya.

Penyelesaian tiga unit asrama menjadi salah satu fokus utama karena merupakan bagian penting dari konsep Sekolah Rakyat. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, asrama juga akan menjadi ruang pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian peserta didik.

Pemerintah juga memastikan ruang kelas, fasilitas sanitasi, utilitas, serta berbagai sarana pendukung lainnya memenuhi standar kelayakan sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman sejak hari pertama.

Sebagai rangkaian awal MPLS, seluruh siswa baru dijadwalkan hadir bersama orang tua pada 14 Juli 2026. Pada hari pertama, peserta didik akan mengikuti registrasi sekaligus Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru untuk memastikan kondisi fisik mereka siap mengikuti kegiatan belajar maupun tinggal di asrama.

Selain layanan kesehatan, Sentra Budi Luhur juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi orang tua. Tim psikolog akan memberikan pembekalan mengenai kesiapan mental anak, pola pendampingan keluarga, serta penguatan kepercayaan terhadap sistem pendidikan di Sekolah Rakyat.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga sehingga proses adaptasi peserta didik berlangsung lebih mudah dan memberikan rasa aman bagi orang tua.

Program Sekolah Rakyat di Banjarbaru merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial RI, Pemerintah Kota Banjarbaru, Sentra Budi Luhur, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Sinergi tersebut tidak hanya difokuskan pada penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga memastikan seluruh layanan pendidikan berjalan secara terpadu.

Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar Program Sekolah Rakyat berjalan sesuai target nasional dan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama