HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjarbaru menegaskan bahwa zakat tidak hanya dimaknai sebagai ibadah untuk membantu fakir miskin, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kota Banjarbaru, Hj. Hafidah, usai kegiatan perpisahan dengan mahasiswa magang UIN Antasari, Jumat (31/7/2026). Menurutnya, pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) selama ini telah menjangkau berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dakwah, penanganan stunting, hingga bantuan bagi korban bencana.
"Masih banyak yang memahami BAZNAS hanya menyalurkan zakat kepada fakir miskin. Padahal, program kami jauh lebih luas. Dana zakat, infak, dan sedekah dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dakwah, sosial kemanusiaan, hingga kebencanaan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik," ujar Hafidah.
Ia menjelaskan, pada bidang kesehatan BAZNAS membantu masyarakat kurang mampu yang membutuhkan biaya pengobatan maupun rujukan ke luar daerah sesuai hasil asesmen dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, BAZNAS juga mendukung program pemerintah dalam percepatan penanganan stunting melalui bantuan kepada keluarga kurang mampu agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi.
![]() |
| BERBAGI: Program BAZNAS Berbagi untuk Cegah Stunting menjadi salah satu bentuk dukungan BAZNAS Banjarbaru terhadap peningkatan kesehatan anak dari keluarga kurang mampu - Foto Dok Baznas Banjarbaru |
"Kami ingin bantuan yang diberikan tepat sasaran. Penanganan stunting bagi keluarga yang membutuhkan merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang," katanya.
Di sektor ekonomi, BAZNAS Banjarbaru menjalankan berbagai program pemberdayaan usaha mikro bagi mustahik. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman berbunga tinggi maupun praktik rentenir.
Menurut Hafidah, pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu strategi agar penerima manfaat mampu berkembang dari sekadar menerima bantuan menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
Pada bidang sosial kemanusiaan, BAZNAS Banjarbaru juga aktif menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah, termasuk korban kebakaran yang kerap terjadi di Kota Banjarbaru. Bantuan diberikan setelah dilakukan asesmen untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan sesuai kebutuhan para penyintas.
"Ketika terjadi musibah seperti kebakaran, BAZNAS juga hadir membantu masyarakat yang terdampak. Kami ingin zakat benar-benar menjadi solusi yang dapat meringankan beban warga saat menghadapi masa sulit," tutur Hafidah.
Selain itu, BAZNAS turut berkoordinasi dengan Dinas Sosial dalam membantu penanganan masyarakat terlantar melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
![]() |
| PENGANTARAN: BAZNAS Banjarbaru juga membantu pemulangan warga terlantar melalui koordinasi dengan Dinas Sosial sesuai mekanisme yang berlaku - Foto Dok Baznas Banjarbaru |
Hafidah menegaskan, penyaluran dana zakat tetap mengacu pada ketentuan syariat Islam dengan sasaran delapan golongan mustahik. Sementara program sosial kemanusiaan dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku agar pengelolaannya tetap transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
"Harapan kami, masyarakat semakin memahami bahwa zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan sosial dan kemanusiaan. Semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat melalui BAZNAS, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan oleh mereka yang membutuhkan," pungkasnya.
Penulis: M Faidurrahman


