Panen Semangka Daha Tembus Rp450 Juta, Petani Bidik Pasar Lebih Luas

RAMAI: Bupati HSS H Syafrudin Noor mengikuti Semarak Panen Raya Semangka AMARA F1 - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Budidaya semangka di wilayah Daha, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), menunjukkan potensi sebagai sumber pendapatan masyarakat. Dalam satu siklus tanam sekitar 75 hari, semangka AMARA F1 disebut mampu menghasilkan nilai penjualan hingga ratusan juta rupiah.

Potensi tersebut terlihat dalam Semarak Panen Raya Semangka AMARA F1 yang digelar di Pelabuhan Daha Selatan, Kamis (17/9/2026).

Bupati HSS H Syafrudin Noor mengatakan pengembangan semangka di wilayah Daha merupakan hasil sinergi pemerintah daerah bersama PT East West Seed Indonesia (EWINDO) atau Cap Panah Merah, pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh, serta petani.

Menurutnya, semangka yang dihasilkan petani Daha memiliki kualitas yang baik, antara lain rasa manis, tekstur padat, dan ukuran buah yang besar.

Dengan masa tanam sekitar 75 hari, komoditas tersebut dinilai memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan petani.

“Budidaya semangka ini sangat menjanjikan. Sebagai contoh, dengan modal sekitar Rp200 juta dapat menghasilkan penjualan sekitar Rp450 juta, sehingga keuntungan mencapai kurang lebih Rp250 juta,” ujar Syafrudin.

 

Namun, angka tersebut merupakan contoh perhitungan yang disampaikan Bupati, bukan angka pendapatan yang secara otomatis diterima seluruh petani. Hasil usaha tetap bergantung pada produksi, biaya budidaya, harga jual, dan kondisi pasar.

Panen raya tersebut juga diramaikan Karnaval Perahu Hias yang membawa hasil panen semangka. Kegiatan itu menjadi bagian dari promosi potensi pertanian masyarakat Daha.

Selain itu, digelar lomba bobot buah semangka. Rasyid menjadi juara pertama setelah semangka yang diikutsertakan memiliki bobot 14 kilogram.

Managing Director EWINDO Isak Heryawan mengapresiasi keberhasilan petani menghasilkan semangka di tengah musim kemarau.

Ia menjelaskan, AMARA F1 memiliki karakter rasa manis dan renyah, mudah berbuah dan dipolinasi, tidak mudah pecah, serta memiliki produktivitas yang dinilai sesuai untuk kondisi lahan pasang surut di wilayah Negara dan Daha saat musim kemarau.

Pengembangan semangka juga menjadi alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat yang sebagian berprofesi sebagai nelayan pada musim penghujan.

Hasil panen AMARA F1 dari Daha bahkan telah didistribusikan ke sejumlah daerah, termasuk Jawa, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Ke depan, Pemkab HSS bersama EWINDO akan melanjutkan sinergi pengembangan pertanian melalui dukungan infrastruktur, distribusi hasil panen, penyediaan benih, serta pendampingan bagi petani.

Festival panen raya juga direncanakan kembali digelar dengan skala yang lebih semarak pada tahun mendatang.

Pada kesempatan yang sama, Bupati HSS menyerahkan secara simbolis Bantuan Rumah Swadaya (BRS) kepada 60 kepala keluarga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Bantuan tersebut diberikan kepada 30 KK di Desa Baruh Jaya, 15 KK di Desa Sungai Mandala, dan 15 KK di Desa Mandala Murung Mesjid.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama