MBG Ramai Dikritik, Sudaryono Sebut Guru hingga Wartawan Ikut Meramaikan

SOSOK: Kepala BGN Sudaryono - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan di media sosial. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut guru, orang tua siswa, wartawan hingga LSM sebagai pihak yang menurutnya ikut meramaikan pembahasan negatif mengenai program tersebut.

Pernyataan Sudaryono itu beredar di media sosial melalui akun Instagram @dardardar_30 dan turut disebarkan Wakil Ketua Umum PSI Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron.

Menurut Sudaryono, persoalan MBG yang ramai di media sosial tidak seluruhnya menggambarkan kondisi program di lapangan. Ia menilai ada faktor ideologis dan politik yang ikut memengaruhi percakapan mengenai MBG.

“MBG secara keseluruhan, kalau Anda lihat di bawah, itu orang pun nggak ada masalah. Ini yang ramai di sosmed. Kenapa rame? Satu adalah ideologis. Ini masalah urusan politik,” kata Sudaryono.

 

Ia kemudian menyebut sejumlah kelompok yang dinilainya ikut membuat isu MBG ramai diperbincangkan di media sosial.

“Yang ramein gurunya, yang ramein orang tua siswanya, yang ramein adalah wartawannya, yang ramein adalah orang-orang oknum yang LSM dan lain sebagainya, itu ideologis politis,” ujarnya.

Selain pihak eksternal, Sudaryono mengakui adanya keluhan dari internal BGN. Ia mengatakan pihaknya tengah melakukan penertiban terhadap petugas yang dinilai melakukan kesalahan dalam pelaksanaan program.

Menurut dia, petugas yang bermasalah dapat dikenai sanksi mulai dari suspend hingga pemecatan.

“Yang kedua, aku tertibkan petugas saya. Aku absen. Yang salah saya suspend, yang salah saya pecat. Itu orang itu ngeluh. Bayangkan, pasukan saya sendiri, itu berkelukesah di sosmed. Menambah negatif dari MBG,” katanya.

Ia menegaskan langkah penertiban internal tetap dilakukan meski memunculkan keluhan dari sejumlah petugas.

Dalam pernyataan yang sama, Sudaryono juga mengklaim BGN telah menutup hampir 2.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia mengatakan kepala dapur yang disebut menyebabkan kasus keracunan tidak akan diperpanjang kontraknya.

“Saya baru tutup hampir 2000 dapur kemarin. Semua SPPG kepala dapur yang menyebabkan keracunan tidak boleh diperpanjang P3K-nya. Semua orang yang menyebabkan keracunan tidak boleh kita teken kontrak kerja,” ujarnya.

Sudaryono juga menyebut keluhan datang dari pihak supplier. Berbagai persoalan tersebut, menurut dia, menjadi bagian dari proses pembenahan pelaksanaan MBG.

Meski kritik dan persoalan masih muncul, Sudaryono memastikan program MBG tetap berjalan.

“Tapi nggak ada masalah. With or without you, aku jalan terus. Semua orang ninggalin saya, saya jalan terus,” kata Sudaryono.

Ia mengatakan masih membutuhkan waktu untuk menjalankan rencana sekaligus melakukan pembenahan terhadap program MBG.

Sumber: Suara.com

Lebih baru Lebih lama