Wapres Gibran ke Banjarbaru, Tinjau Sekolah Rakyat, ISPA hingga Karhutla

SOSOK: Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan mengunjungi Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026), sekitar pukul 15.00 Wita. Dalam kunjungan tersebut, Gibran diagendakan meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, kasus ISPA di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Farhanie mengatakan sejumlah persiapan dilakukan untuk menyambut kunjungan Wapres, termasuk di SRT 9 yang berada di kawasan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarbaru.

Menurut informasi yang diterima pihak SRT 9, Gibran diperkirakan tiba sekitar pukul 15.00–16.00 Wita. Kunjungan tersebut dilakukan setelah agenda Wapres dari Jakarta menuju Kalimantan Tengah, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kalimantan Selatan.

Di SRT 9, Gibran dijadwalkan melihat langsung aktivitas sekolah. Karena kegiatan belajar reguler diperkirakan telah selesai, agenda dapat diarahkan pada kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti para siswa.

SRT 9 memiliki sejumlah kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya seni lukis dan public speaking. Wapres juga diperkirakan meninjau sejumlah fasilitas sekolah, seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, aula, teater terbuka, ruang makan, tempat ibadah, hingga asrama.

Setelah meninjau Sekolah Rakyat, Wapres diagendakan menuju Rumah Sakit Idaman Banjarbaru untuk melihat kondisi kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menjadi salah satu dampak yang mendapat perhatian di tengah kabut asap karhutla.

Agenda berikutnya berkaitan dengan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. Lokasi pos penanganan yang akan dikunjungi masih menyesuaikan arahan tim pusat.

Kunjungan Gibran ke Kalsel menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk melihat langsung pelaksanaan program Sekolah Rakyat sekaligus kondisi daerah yang menghadapi persoalan karhutla dan dampak asap.

Pemantauan langsung tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai kondisi di lapangan, baik terkait pelaksanaan program pendidikan maupun penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.

Sumber: Antara

Lebih baru Lebih lama