![]() |
| KOORDINASI: Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby membuka kegiatan High Level Meeting di Aula Gawi Sabarataan - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL – Pemerintah Kota Banjarbaru memperkuat langkah pengendalian ekonomi daerah melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) yang melibatkan tiga tim strategis sekaligus, yakni Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Gawi Sabarataan, Senin (25/5/2026), itu difokuskan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni, jajaran asisten daerah, perwakilan BUMN dan BUMD, instansi vertikal, serta anggota TPID, TPAKD, dan TP2DD.
Dalam forum itu, Pemerintah Kota Banjarbaru juga menghadirkan sejumlah narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan, hingga Bank Kalsel.
Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menegaskan bahwa pengendalian inflasi, digitalisasi transaksi daerah, dan perluasan akses keuangan merupakan agenda yang saling berkaitan.
Menurutnya, ketiga sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah agar tetap stabil di tengah tantangan ekonomi nasional maupun global.
“TPID, TP2DD, dan TPAKD tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Seluruhnya saling mendukung dalam menciptakan stabilitas harga, memperluas inklusi keuangan, dan mempercepat transformasi digital daerah,” ujarnya.
Selain fokus pada stabilitas ekonomi, Pemerintah Kota Banjarbaru juga mendorong peningkatan akses layanan keuangan kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelaku UMKM, pelajar, hingga masyarakat berpenghasilan rendah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Dalam pembahasan forum, salah satu fokus utama yang didorong yakni kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, dan instansi terkait mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata.
Selain itu, percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah juga menjadi perhatian penting dalam HLM tersebut. Upaya ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi layanan publik sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Forum tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi kondisi ekonomi daerah, termasuk strategi pengendalian inflasi dan penguatan sektor ekonomi masyarakat di Banjarbaru.
Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap hasil koordinasi yang dibangun tidak berhenti pada tataran seremonial semata, melainkan mampu menghasilkan kebijakan konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pemkot Banjarbaru juga menargetkan penguatan koordinasi lintas instansi dapat mempercepat realisasi program ekonomi daerah yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan digital.
Penulis: H. Faidur
.jpg)