![]() |
| SOSOK: Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, JAKARTA – Perum Bulog mengusulkan pemanfaatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui penyaluran beras natura kepada aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri sebagai upaya memperkuat distribusi pangan nasional serta menjaga stabilitas harga beras.
Usulan tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa.
“Dengan kondisi stok beras nasional yang mencukupi, Bulog mengusulkan pemanfaatan beras CBP untuk kebutuhan ASN, TNI, dan Polri melalui skema natura,” kata Rizal.
Ia mengungkapkan, hingga pertengahan Mei 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog mencapai lebih dari 5,3 juta ton. Jumlah itu disebut menjadi salah satu capaian tertinggi dalam sejarah pengelolaan stok beras pemerintah.
“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat distribusi beras dalam negeri sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional,” ujarnya.
Dalam skema yang diusulkan, penyaluran beras natura bagi ASN, TNI, dan Polri diperkirakan mencapai sekitar 2,8 juta ton per tahun. Beras yang digunakan berasal dari stok CBP hasil serapan dalam negeri.
Menurut Rizal, kebijakan tersebut tidak hanya membantu optimalisasi distribusi pangan, tetapi juga mendukung keberlanjutan penyerapan gabah dan beras petani di tengah meningkatnya produksi nasional.
Selain program natura, Bulog juga mengusulkan penggunaan beras CBP untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kebutuhan sekitar 1,5 juta ton per tahun.
Tak hanya itu, Bulog mengajukan tambahan penyaluran sekitar 1,3 juta ton melalui program bantuan pangan beras pada pasar khusus guna menjaga daya beli masyarakat serta mengantisipasi lonjakan harga pangan.
“Langkah ini merupakan bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara penyerapan hasil panen petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan distribusi beras kepada masyarakat secara tepat sasaran,” tutur Rizal.
Menurut Bulog, optimalisasi penyaluran melalui berbagai jalur strategis penting dilakukan agar kualitas stok tetap terjaga dan distribusi beras nasional berjalan efektif serta terukur.
Sumber: Antara.com
