![]() |
| KOMPAK: Ratusan ibu-ibu melakukan senam ergonomis - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, JAKARTA – Menjaga kondisi tubuh tetap bugar menjadi tantangan yang semakin penting seiring bertambahnya usia. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, senam ergonomik mulai dikenal sebagai salah satu pilihan olahraga ringan yang dapat dilakukan hampir semua kelompok usia, termasuk lansia.
Latihan ini mengandalkan gerakan alami tubuh yang disusun secara sederhana dan terstruktur. Karena intensitasnya relatif ringan, senam ergonomik dinilai aman dilakukan secara rutin tanpa memberikan beban berlebihan pada otot maupun persendian.
Instruktur senam Roida mengatakan senam ergonomik dapat menjadi alternatif aktivitas fisik bagi masyarakat yang ingin menjaga kesehatan tubuh tanpa harus melakukan olahraga berat. Menurutnya, jenis latihan tersebut sangat cocok bagi lansia yang kerap mengalami keluhan nyeri sendi maupun masalah kadar asam urat.
Ia menjelaskan bahwa gerakan dalam senam ergonomik dirancang untuk membantu melancarkan sirkulasi darah, menjaga kelenturan otot dan sendi, serta meningkatkan kenyamanan tubuh saat beraktivitas sehari-hari.
"Jika dilakukan secara rutin minimal dua hingga tiga kali dalam seminggu, senam ergonomik dapat membantu mengurangi keluhan nyeri sendi sekaligus mendukung kestabilan kadar asam urat," ujar Roida dalam keterangannya, dikutip Sabtu (30/5/2026).
Untuk memperoleh manfaat yang optimal, Roida menyarankan setiap sesi senam ergonomik dilakukan selama 20 hingga 40 menit. Frekuensi latihan ideal berkisar antara dua sampai empat kali dalam seminggu, tergantung kondisi fisik masing-masing peserta.
Dengan durasi tersebut, tubuh memiliki kesempatan untuk tetap aktif bergerak tanpa mengalami kelelahan berlebihan. Pola latihan yang konsisten juga membantu menjaga kebugaran dalam jangka panjang.
Selain memberikan dampak positif pada kesehatan sendi, senam ergonomik disebut mampu mendukung berbagai fungsi tubuh lainnya. Gerakan yang dilakukan secara teratur dapat membantu memperbaiki postur tubuh, meningkatkan fleksibilitas, serta menjaga stamina harian.
Roida menambahkan bahwa latihan ini juga berkontribusi terhadap kualitas pernapasan. Gerakan yang ritmis dan terkontrol membuat tubuh lebih rileks sehingga membantu mengurangi ketegangan fisik setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
Manfaat olahraga tidak hanya dirasakan dari sisi fisik. Aktivitas bergerak secara teratur juga memiliki pengaruh terhadap kondisi psikologis seseorang.
Menurut Roida, saat seseorang berolahraga, tubuh akan memproduksi hormon endorfin dan serotonin yang berperan dalam menciptakan perasaan nyaman serta membantu menjaga suasana hati.
"Hormon tersebut sering dikenal sebagai hormon kebahagiaan karena dapat membantu mengurangi stres, membuat pikiran lebih tenang, dan meningkatkan perasaan positif," katanya.
Efek relaksasi yang muncul setelah berolahraga menjadi salah satu alasan mengapa banyak peserta merasa lebih segar dan berenergi usai mengikuti sesi senam ergonomik. Kondisi ini dinilai penting, terutama bagi lansia yang membutuhkan aktivitas fisik aman sekaligus menyenangkan untuk mendukung kualitas hidup mereka.
Dengan kombinasi manfaat fisik dan mental tersebut, senam ergonomik semakin banyak dipilih sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Selain mudah dilakukan, latihan ini juga dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin tetap aktif bergerak tanpa harus menjalani olahraga dengan intensitas tinggi.
Sumber: Viva.co.id
