![]() |
| BUAH: Nanas sebagai bahan untuk membuat daging kurban menjadi empuk - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, JAKARTA – Mengolah daging agar empuk masih menjadi tantangan bagi sebagian orang, terutama saat memasak daging kurban dalam jumlah besar. Salah satu cara tradisional yang paling sering digunakan masyarakat adalah memanfaatkan nanas sebagai bahan marinasi alami.
Lalu, benarkah nanas memang bisa membuat tekstur daging menjadi lebih empuk?
Jawabannya adalah benar. Secara ilmiah, nanas mengandung enzim alami bernama bromelain yang berfungsi memecah protein pada daging. Proses tersebut membuat serat-serat daging menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah diolah dan dikunyah.
Kandungan bromelain banyak ditemukan pada buah nanas segar, terutama di bagian batang dan daging buahnya. Saat nanas dioleskan atau dicampurkan ke potongan daging, enzim mulai bekerja mengurai protein yang menyebabkan tekstur alot.
Karena itu, banyak orang menggunakan parutan nanas atau jus nanas untuk marinasi sebelum daging dimasak menjadi sate, rendang, semur, hingga steak.
Meski efektif, penggunaan nanas tidak boleh berlebihan. Jika daging direndam terlalu lama, teksturnya justru bisa menjadi terlalu lembek bahkan mudah hancur saat dimasak.
Hal tersebut terjadi karena bromelain bekerja cukup aktif dalam menghancurkan protein daging.
Untuk hasil ideal, waktu marinasi biasanya disarankan sekitar 15 hingga 30 menit tergantung jenis dan ketebalan daging. Semakin tipis potongan daging, semakin singkat waktu yang dibutuhkan.
Selain membantu mengempukkan, nanas juga dikenal mampu mengurangi aroma amis pada daging. Aroma segar dari buah tropis tersebut membuat hasil masakan terasa lebih nikmat dan menggugah selera.
Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan jenis masakan. Pada beberapa hidangan, rasa asam nanas dapat memengaruhi cita rasa asli daging jika digunakan terlalu banyak.
Bukan hanya nanas, beberapa bahan alami lain juga memiliki kemampuan serupa untuk melunakkan daging.
Pepaya misalnya, mengandung enzim papain yang cukup populer digunakan dalam proses marinasi. Sementara kiwi memiliki kandungan actinidin yang juga dapat membantu memecah protein daging.
Jahe pun kerap dipakai sebagai bahan tambahan marinasi karena dinilai membantu membuat tekstur daging lebih lembut sekaligus mengurangi bau prengus.
Penggunaan bahan alami dinilai lebih praktis dan aman dibanding bahan kimia pelunak daging. Selain mudah ditemukan di dapur rumah tangga, cara ini juga sudah digunakan turun-temurun oleh masyarakat Indonesia.
Momentum Idul Adha biasanya membuat kebutuhan mengolah daging meningkat tajam. Karena itu, tips sederhana seperti penggunaan nanas sering menjadi solusi cepat agar daging kurban lebih mudah diolah menjadi berbagai menu keluarga.
Meski demikian, para ahli kuliner tetap menyarankan penggunaan nanas secara bijak agar tekstur dan rasa daging tetap terjaga.
Dengan takaran dan waktu marinasi yang tepat, nanas bisa menjadi salah satu rahasia sederhana untuk menghasilkan olahan daging yang empuk, lezat, dan tidak alot.
Sumber: Viva.co.id
