![]() |
| ILUSTRASI: Penggunaan internet di Indonesia naik pada 2026 - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat jumlah pengguna internet nasional kembali mengalami peningkatan pada 2026. Berdasarkan hasil Survei Profil Internet Indonesia 2026, tingkat penetrasi internet kini mencapai 81,7 persen dari total populasi Indonesia.
Data tersebut menunjukkan sekitar 235.261.078 penduduk Indonesia telah terhubung dengan internet dari total populasi nasional yang mencapai 287.303.234 jiwa.
Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengatakan peningkatan ini memperlihatkan internet semakin menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
“Berdasarkan hasil survei terakhir dari APJII, saat ini Indonesia memiliki sekitar 287 juta penduduk. Dan, untuk tahun ini, penetrasi internet Indonesia meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Muhammad Arif, dikutip Minggu (24/5/2026).
APJII mencatat angka penetrasi internet tahun ini lebih tinggi dibanding periode sebelumnya yang berada di level 80,66 persen.
Kenaikan tersebut menandakan penggunaan internet terus meluas, baik untuk kebutuhan komunikasi, pendidikan, hiburan, hingga aktivitas ekonomi digital masyarakat.
Internet juga dinilai semakin menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di sektor layanan publik dan bisnis berbasis digital.
Berdasarkan wilayah, Pulau Jawa masih menjadi daerah dengan tingkat penetrasi internet tertinggi di Indonesia.
APJII mencatat tingkat penetrasi internet di Pulau Jawa mencapai 85,95 persen dengan kontribusi pengguna sebesar 58,24 persen dari total pengguna internet nasional.
Sementara itu, Kalimantan mencatat penetrasi sebesar 80,40 persen dengan kontribusi pengguna 6,20 persen.
Wilayah Sumatera berada di angka 78,24 persen dengan kontribusi pengguna sebesar 20,74 persen.
Adapun Bali dan Nusa Tenggara memiliki tingkat penetrasi 78,14 persen dengan kontribusi pengguna 5,26 persen. Sulawesi tercatat sebesar 72,58 persen dan Maluku-Papua berada di angka 69,74 persen.
Dari sisi demografi, penetrasi internet pada laki-laki tercatat sebesar 83,95 persen dengan kontribusi pengguna 50,03 persen.
Sementara itu, perempuan memiliki tingkat penetrasi sebesar 79,79 persen dengan kontribusi pengguna 49,97 persen.
Data tersebut menunjukkan kesenjangan akses internet antara laki-laki dan perempuan semakin kecil dibanding beberapa tahun sebelumnya.
APJII juga mencatat masyarakat perkotaan masih mendominasi penggunaan internet dengan tingkat penetrasi mencapai 84,75 persen.
Meski demikian, wilayah pedesaan menunjukkan perkembangan cukup signifikan dengan penetrasi internet mencapai 78,18 persen.
Peningkatan tersebut memperlihatkan akses digital di wilayah rural terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet.
Meningkatnya jumlah pengguna internet menunjukkan transformasi digital di Indonesia terus berlangsung.
Selain menjadi sarana komunikasi dan hiburan, internet kini berperan penting dalam pendidikan, pekerjaan, layanan publik, hingga aktivitas ekonomi digital masyarakat.
Sumber: Viva.co.id
