UMKM Banjarbaru SBK Sasirangan Wakili Kalsel di Women Ecopreneurs Market Day Bali

SOSOK: Pemilik SBK Sasirangan, Reni Andrina Rahmawati, menunjukkan produk kerajinan miliknya saat mewakili Kalimantan Selatan dalam ajang Women Ecopreneurs Market Day di Bali - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL – UMKM binaan Dekranasda Kota Banjarbaru, SBK Sasirangan, sukses mewakili Kalimantan Selatan dalam ajang Women Ecopreneurs Market Day yang digelar di Sudamala Resort, Sanur, Bali, pada 9 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, SBK Sasirangan menampilkan produk sasirangan pewarna alami khas Kalimantan Selatan yang mengusung konsep ramah lingkungan dan pemberdayaan perempuan lokal.

Women Ecopreneurs Market Day merupakan bagian dari program Women Ecopreneurs Lab yang diinisiasi Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF). Program pendampingan bisnis tersebut telah berjalan sejak 2025 dan diikuti pelaku usaha perempuan dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai wakil Kalimantan Selatan, SBK Sasirangan membawa misi pelestarian budaya lokal melalui kain sasirangan berbahan pewarna alami. UMKM Banjarbaru tersebut tetap mempertahankan teknik tradisional sasirangan dengan memanfaatkan bahan alami sebagai pengganti pewarna kimia sintetis.

Pemilik SBK Sasirangan, Reni Andrina Rahmawati, mengatakan keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar produk lokal Banjarbaru hingga ke tingkat internasional.

“Melalui event ini, selain melakukan lokakarya dan penjualan produk sasirangan pewarna alam, kami juga melakukan riset pasar untuk meraih pasar global melalui toolkit yang dirancang oleh Women’s Earth Alliance Indonesia,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Tak hanya memproduksi kain sasirangan pewarna alami, SBK Sasirangan juga aktif melakukan penanaman kembali tanaman bakau dan indigofera guna menjaga keberlanjutan bahan baku.

Selain itu, usaha tersebut turut memberdayakan perempuan lokal Banjarbaru melalui pelatihan keterampilan produksi kain sasirangan ramah lingkungan. Langkah tersebut dinilai mendukung konsep produksi dan konsumsi berkelanjutan yang ramah lingkungan dan berdampak sosial bagi masyarakat sekitar.

Perwakilan Women’s Earth Alliance Indonesia, Melisa, menilai Women Ecopreneurs Market Day menjadi ruang penting bagi pelaku usaha perempuan untuk memperluas akses pasar dan jejaring usaha.

“Market Day menjadi ruang pembuktian bagi mereka. Di sinilah mereka melakukan riset pasar secara langsung, mendapatkan masukan dari pembeli, serta membuka akses jejaring dan peluang rantai pasok yang selama ini sulit dijangkau perempuan akar rumput,” katanya.

Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan 20 stan Eco-market dari WEA Ecopreneurs dan merek lokal Bali. Selain itu, terdapat sesi presentasi bisnis, lokakarya pembuatan sasirangan pewarna alami menggunakan teknik jelujur bersama Kriya Kite dari Palembang, hingga pelatihan anyaman limbah gedebog pisang.

Keikutsertaan SBK Sasirangan menjadi bukti bahwa produk lokal Banjarbaru mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional dengan tetap membawa nilai budaya dan keberlanjutan lingkungan.

Sumber: MC Banjarbaru 

Lebih baru Lebih lama