Bulog Kalsel Jamin Pasokan Beras dan Minyakita Tetap Terjaga

Petugas Bulog Kalimantan Selatan memantau harga beras dan Minyakita di pasar tradisional Banjarmasin untuk menjaga stabilitas pasokan pangan.
FOTO BERSAMA: Petugas BULOG Kalsel memantau ketersediaan stok beras di pasar tradisional Banjarmasin – Foto Dok Humas BULOG Kalsel 

HABARMERDEKA.COM, KALSEL – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan ketersediaan stok beras dalam kondisi aman di tengah upaya menjaga stabilitas harga pangan di daerah tersebut. Pemantauan harga kebutuhan pokok juga terus dilakukan di sejumlah pasar tradisional di Kota Banjarmasin.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perubahan harga di tingkat pasar sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia bagi masyarakat. Salah satu lokasi yang menjadi fokus pemantauan adalah Pasar Sentra Antasari Banjarmasin yang tercatat dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalsel, Muh. Akbar Said, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah instrumen untuk menjaga kestabilan harga pangan. Upaya tersebut antara lain melalui percepatan distribusi bantuan pangan beras dan optimalisasi penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Perum BULOG Kanwil Kalsel mencapai sekitar 16.966 ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di Kalsel," ujar Muh. Akbar Said di Banjarmasin, Minggu (7/6/2026).

Selain beras, Bulog Kalsel juga terus menyalurkan Minyakita ke berbagai pasar rakyat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas komoditas minyak goreng.

Akbar menegaskan pihaknya mengawasi kepatuhan harga jual Minyakita di tingkat pedagang. Menurutnya, produk yang disalurkan melalui jaringan resmi Bulog wajib dijual sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kami memastikan bahwa seluruh pedagang yang menjual Minyakita yang bersumber dari BULOG, menjualnya sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku," tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat terkait kemungkinan adanya perbedaan harga di lapangan. Menurut Akbar, pedagang yang menjual Minyakita di atas HET bukan merupakan bagian dari jaringan pengecer resmi Bulog atau tidak memperoleh pasokan dari Bulog.

Pemerintah menargetkan seluruh program bantuan pangan dapat tersalurkan hingga akhir Juni 2026. Percepatan distribusi tersebut diharapkan mampu mendukung daya beli masyarakat sekaligus membantu menjaga kestabilan harga beras di tingkat konsumen.

Hingga saat ini, Bulog Kalsel telah menyalurkan sekitar 6.768 ton beras SPHP dan 1.647.671 liter Minyakita melalui berbagai saluran distribusi resmi, termasuk pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Bulog menilai kombinasi bantuan pangan, penyaluran beras SPHP, dan distribusi Minyakita menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan pasar. Perseroan juga memastikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini berada dalam kondisi aman dan berkualitas baik.

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok pangan dalam kondisi sangat mencukupi. BULOG bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi," tutup Akbar.

Sumber: Rilis BULOG Kalsel

Lebih baru Lebih lama