Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berziarah di makam Gus Dur di Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng.
ZIARAH: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menabur bunga di makam KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur - Foto Dok Divisi Humas Polri

HABARMERDEKA.COM, JATIM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan ziarah ke makam Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli sekaligus bentuk penghormatan Polri terhadap tokoh bangsa yang dinilai memiliki kontribusi penting dalam perjalanan reformasi nasional.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan ziarah tersebut dilakukan untuk mengenang jasa dan pemikiran Gus Dur yang turut berperan dalam penguatan institusi Polri sebagai lembaga yang profesional dan mandiri.

"Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan Polri kepada para tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan demokrasi dan reformasi di Indonesia. Gus Dur memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, termasuk dalam proses penguatan institusi Polri sebagai lembaga yang profesional dan mandiri," kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Minggu (21/6/2026).

Menurut Johnny, momentum ziarah juga menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri agar terus menjaga semangat reformasi, profesionalisme, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Saat berziarah, Kapolri mengenakan peci, memanjatkan doa, dan menaburkan bunga di pusara Gus Dur. Kehadirannya disambut Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Machfudz atau Gus Kikin yang mengalungkan surban sebagai simbol penghormatan.

Selain makam Gus Dur, di kompleks pemakaman Tebuireng juga terdapat makam pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari, KH Wahid Hasyim yang merupakan ayah Gus Dur sekaligus Menteri Agama pertama RI, serta sejumlah masyayikh keluarga besar Tebuireng.

Johnny menilai warisan pemikiran Gus Dur memiliki peran penting dalam perjalanan reformasi Polri. Salah satu tonggak penting pada masa pemerintahan Gus Dur adalah pengukuhan pemisahan TNI dan Polri melalui TAP MPR Nomor VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR Nomor VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan mandiri.

Selain dikenal sebagai tokoh reformasi, Gus Dur juga dikenang sebagai Bapak Pluralisme karena konsistensinya dalam memperjuangkan nilai toleransi, keberagaman, dan penghormatan terhadap hak-hak warga negara.

Sumber: Antara.com

Lebih baru Lebih lama