![]() |
| BARISAN: Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) mengikuti pembukaan Latsarmil beberapa waktu lalu - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, JAKARTA – Kementerian Pertahanan menyesuaikan pendekatan pelatihan bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Perubahan tersebut dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, termasuk aspek kesehatan dan keselamatan peserta selama mengikuti pembekalan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan istilah maupun pelaksanaan kegiatan tidak lagi menggunakan pola Latsarmil, melainkan berfokus pada pembekalan bela negara dan kemampuan manajerial.
"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," ujar Rico di Jakarta, Senin.
Menurut Rico, sejumlah materi yang bersifat teknis dan taktis militer turut dikurangi dalam skema baru tersebut. Kegiatan menembak juga tidak lagi dimasukkan ke dalam program pelatihan peserta.
Sebagai gantinya, pembelajaran diarahkan pada penguatan disiplin, pembentukan karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial calon pengelola koperasi.
Perubahan itu dilakukan setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengevaluasi pelaksanaan program menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti pelatihan.
Melalui pola baru tersebut, Kemhan berharap nilai kedisiplinan dan kepemimpinan tetap dapat ditanamkan kepada peserta dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama proses pembekalan berlangsung.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan bahwa Menteri Pertahanan telah menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap program Latsarmil.
"Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan," kata Ketut saat konferensi pers di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).
Ketut menjelaskan, pemeriksaan kesehatan peserta kini dilakukan secara lebih komprehensif untuk memastikan kondisi fisik masing-masing. Satuan TNI yang bertindak sebagai pelatih juga diminta menyesuaikan intensitas latihan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan peserta.
Selain itu, penanganan medis terhadap peserta yang mengalami gangguan kesehatan harus dilakukan secara cepat dan maksimal.
Kemhan juga melakukan evaluasi metode pembelajaran agar lebih adaptif dan edukatif, sekaligus memperhatikan kondisi psikologis peserta. Materi pelatihan difokuskan pada penguatan kerja sama, kemampuan memecahkan masalah, dan penciptaan suasana belajar yang lebih positif.
"Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan," ujar Ketut.
Sumber: Liputan6
