![]() |
| SOSOK: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, JAKARTA – Penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) disebut didasarkan pada pertimbangan kapasitas kepemimpinan dan ketegasannya dalam mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menilai Nanik memiliki disiplin tinggi dalam menjalankan tata kelola lembaga sekaligus menjaga kualitas makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat program MBG.
Menurut Prasetyo, karakter kepemimpinan tersebut menjadi salah satu alasan utama Presiden mempercayakan posisi strategis itu kepada Nanik.
"Kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/6/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah membutuhkan figur yang mampu memastikan seluruh proses pelaksanaan program berjalan sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.
Selain aspek manajerial, Nanik juga dinilai memiliki ketegasan dalam melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo.
"Dalam evaluasi dan monitoring, beliau (Nanik) salah satu yang cukup, kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas," kata Prasetyo.
Pemerintah berharap kepemimpinan baru di BGN dapat mempercepat berbagai langkah perbaikan internal agar program MBG berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Prasetyo menyebut Nanik bersama dua wakil kepala yang baru ditunjuk diharapkan segera melakukan pembenahan organisasi serta memperkuat pengawasan pelaksanaan program di lapangan.
"Untuk kita minta ke beliau, yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru, untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan," ujarnya.
Sementara itu, Nanik S Deyang menyatakan keterbukaan terhadap berbagai kritik dan masukan dari masyarakat selama dirinya memimpin Badan Gizi Nasional.
Menurutnya, keberhasilan program Makan Bergizi Gratis membutuhkan dukungan serta pengawasan publik agar pelaksanaannya tetap berada di jalur yang benar.
“Mohon doanya, mohon dukungannya, dan mohon dikoreksi kalau kami salah,” kata Nanik saat memberikan keterangan kepada media di Kantor BGN, Jakarta Pusat.
Ia menambahkan, komunikasi dengan publik akan menjadi salah satu fokus selama masa kepemimpinannya. Untuk itu, BGN berencana menggelar konferensi pers secara berkala guna menyampaikan perkembangan program dan menerima masukan dari berbagai pihak.
“InsyaAllah kita bisa bertatap muka setiap minggu atau maksimal dua minggu sekali lah, soalnya saya juga masih sidak ya,” ucapnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Karena cakupannya yang luas, penguatan tata kelola dan pengawasan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas layanan serta efektivitas pelaksanaannya di berbagai daerah.
Sumber: Kompas.com
