![]() |
| PENDIDIKAN: Ilustrasi mahasiswa mengikuti perkuliahan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, DIY – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu bidang yang semakin diminati seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Menjawab kebutuhan tersebut, sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta mulai membuka program studi khusus AI dengan jenjang pendidikan yang beragam, mulai dari Diploma 4 (D4), Sarjana (S1), hingga Magister (S2).
Kehadiran jurusan AI memberikan pilihan baru bagi calon mahasiswa yang ingin mendalami teknologi masa depan, mulai dari machine learning, pengolahan data, computer vision, hingga pemanfaatan AI dalam dunia industri dan bisnis.
Berikut tiga kampus di Yogyakarta yang telah membuka program studi khusus kecerdasan buatan beserta gambaran biaya pendidikannya.
Universitas Gadjah Mada (UGM) menawarkan Program Studi Magister Kecerdasan Artifisial (MKA) yang berada di bawah Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Program ini dapat ditempuh dalam waktu tiga hingga empat semester dan menghasilkan gelar M.CS(AI). UGM menyediakan tiga pilihan jalur, yakni Program Reguler, AI-Preneur, dan Applied AI in Business.
Jalur reguler difokuskan pada penguatan dasar-dasar kecerdasan artifisial seperti machine learning, natural language processing, computer vision, pattern recognition, hingga intelligent agent. Biaya kuliah pada jalur ini sebesar Rp12 juta per semester.
Sementara itu, jalur AI-Preneur dirancang bagi profesional yang ingin mengembangkan kompetensi AI sekaligus memperluas pemahaman bisnis. Biaya kuliahnya mencapai Rp14 juta per semester.
UGM juga menyediakan Program Pra-Magister bagi peserta dari latar belakang non-teknologi dengan biaya sekitar Rp5 juta sebagai bekal sebelum memasuki perkuliahan utama.
Pilihan berikutnya adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kampus ini membuka Program Studi S1 Kecerdasan Buatan yang mulai menerima mahasiswa pada tahun akademik 2026/2027.
Program studi tersebut berada di lingkungan Fakultas Teknik dan menjadi salah satu program baru yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di bidang teknologi digital.
Biaya kuliah program ini diperkirakan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp9,9 juta per semester. UMY juga menerapkan sistem pembayaran bertahap sehingga mahasiswa tidak harus melunasi seluruh biaya pada awal semester.
Selain UGM dan UMY, terdapat Politeknik Artificial Intelligence Budi Mulia Dua (PLAI BMD) yang dikenal sebagai politeknik berbasis AI pertama di Indonesia.
Berlokasi di Sleman, kampus ini membuka tiga program studi D4, yakni Kecerdasan Buatan dan Robotika, Sains Data Terapan, serta Rekayasa Keamanan Siber.
PLAI BMD mengusung pendekatan pendidikan vokasi dengan porsi pembelajaran sekitar 60 persen praktik dan 40 persen teori. Kurikulumnya disusun bersama sejumlah mitra industri untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja.
Untuk jalur reguler, biaya pendidikan berkisar antara Rp3,1 juta hingga Rp3,2 juta per bulan. Kampus ini juga menyediakan berbagai program beasiswa yang dapat mengurangi biaya kuliah secara signifikan.
Beasiswa AINOVATION menawarkan potongan biaya hingga Rp107 juta. Selain itu tersedia Beasiswa Prestasi dengan nilai bantuan hingga Rp155 juta dan Beasiswa Hafiz/Hafizah yang ditujukan bagi calon mahasiswa dengan hafalan Al-Qur'an minimal lima juz.
Meningkatnya jumlah kampus yang membuka jurusan AI menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga ahli di bidang kecerdasan buatan terus berkembang. Bagi calon mahasiswa yang tertarik meniti karier di sektor teknologi, Yogyakarta kini menawarkan lebih banyak pilihan program studi yang dapat disesuaikan dengan jenjang pendidikan maupun kemampuan biaya.
Sumber: Idntimes.com
