![]() |
| LOGO: PT RANS Entertainment Indonesia akan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2026 - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, JAKARTA – PT RANS Entertainment Indonesia mengungkap susunan pemegang sahamnya menjelang pelaksanaan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2026.
Berdasarkan prospektus perusahaan, Raffi Ahmad masih menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan mayoritas sebesar 78,68 persen. Sementara Nagita Slavina tercatat memiliki saham langsung sebesar 1,24 persen.
RANS akan menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru kepada publik atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Perseroan akan menggunakan kode saham RANS saat resmi tercatat di BEI.
Selain pasangan pendiri perusahaan tersebut, sejumlah tokoh dan pelaku bisnis juga masuk dalam daftar pemegang saham. PT Indonesia Entertainment Grup menjadi pemegang saham institusi terbesar dengan porsi 9,04 persen.
Nama lain yang tercatat dalam struktur kepemilikan antara lain Soultan Ariq Rachman dengan 3,43 persen saham, Dony Oskaria sebesar 3,42 persen, Sutanto Hartono 1,43 persen, Kaesang Pangarep 1,14 persen, Hikmat Janika 0,86 persen, serta PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi sebesar 0,76 persen.
Dalam aksi korporasi ini, saham RANS ditawarkan pada kisaran harga Rp135 hingga Rp170 per lembar. Dengan harga tersebut, perusahaan berpotensi meraih dana segar antara Rp340,87 miliar hingga Rp429,25 miliar.
Perseroan menjadwalkan masa penawaran awal berlangsung pada 23–25 Juni 2026. Jika sesuai rencana, saham RANS akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk berbagai kebutuhan ekspansi usaha. Salah satunya pembangunan wahana edukasi dan hiburan Cipungland, pengembangan bisnis kecerdasan buatan (AI), penyelenggaraan konser di berbagai daerah, hingga akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia.
Sebagian dana juga akan dialokasikan untuk pelunasan lebih awal pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai bagian dari strategi penguatan struktur keuangan perusahaan.
Sumber: Idntimes.com
