MBG Diusulkan Masuk Arab Saudi, BGN Siapkan Kajian

Kepala BGN Dadan Hindayana saat mengunjungi Sekolah Indonesia Jeddah di Arab Saudi
SOSOK: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, JAKARTA – Pemerintah membuka peluang memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke luar negeri. Arab Saudi menjadi negara pertama yang dipertimbangkan sebagai lokasi percontohan setelah muncul aspirasi dari komunitas warga negara Indonesia yang tinggal di Jeddah.

Wacana tersebut disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, usai mengunjungi Sekolah Indonesia Jeddah pada Minggu (31/5/2026). Dalam kunjungan itu, sejumlah siswa dan tenaga pendidik menyampaikan harapan agar program MBG juga dapat menjangkau anak-anak pekerja migran dan diaspora Indonesia di Arab Saudi.

Menurut Dadan, antusiasme masyarakat Indonesia di Jeddah terhadap program tersebut cukup tinggi karena mereka mengikuti perkembangan pelaksanaan MBG di Tanah Air.

"Mereka sangat well-informed dengan informasi yang ada di Indonesia terkait dengan MBG. Kelihatannya mereka sebagai warga negara Indonesia merasa memiliki hak yang sama, dan menginginkan juga program ini dilaksanakan di sana," kata Dadan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Berdasarkan data BGN, terdapat sekitar 1.408 siswa yang berpotensi menjadi sasaran awal program tersebut. Jumlah itu terdiri dari sekitar 1.008 siswa di Sekolah Indonesia Jeddah dan sekitar 400 siswa lainnya yang berada di Makkah.

Selain Arab Saudi, pemerintah juga mempertimbangkan kemungkinan perluasan program bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia, khususnya yang berada di kawasan perkebunan.

Untuk mendukung pelaksanaannya, BGN berencana menggandeng pengusaha diaspora Indonesia di Jeddah guna membentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Skema ini diharapkan dapat mempermudah penyediaan makanan sekaligus menyesuaikan kebutuhan penerima manfaat di luar negeri.

Dadan menjelaskan menu yang disiapkan nantinya tidak harus sama dengan di Indonesia. Penyediaan makanan akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku dan kondisi pasar setempat.

Meski demikian, pelaksanaan MBG di luar negeri diperkirakan membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar dibandingkan di dalam negeri. Jika satu porsi makanan dalam program MBG di Indonesia berada pada kisaran Rp15.000, biaya bahan baku makanan di Arab Saudi diperkirakan mencapai 15 hingga 20 riyal atau sekitar Rp70.000 hingga Rp94.000 per porsi.

Dengan target awal 1.408 siswa, kebutuhan anggaran harian berpotensi mencapai lebih dari Rp132 juta per hari. Angka tersebut belum termasuk biaya operasional, pembangunan fasilitas pendukung, serta distribusi dan logistik.

BGN juga mempertimbangkan skema kerja sama pendanaan dengan pelaku usaha diaspora Indonesia di Arab Saudi melalui rekening bersama. Namun hingga kini mekanisme pengawasan, audit, serta penggunaan dana negara di luar wilayah Indonesia masih perlu dibahas lebih lanjut.

Selain aspek anggaran, pemerintah juga harus menyiapkan berbagai regulasi dan koordinasi lintas kementerian, termasuk menyangkut perizinan dari otoritas Arab Saudi apabila program tersebut direalisasikan.

Dadan menegaskan bahwa usulan tersebut masih berada pada tahap awal dan belum menjadi keputusan final pemerintah. Menurutnya, berbagai pembahasan masih harus dilakukan setelah dirinya kembali ke Indonesia.

"Tergantung nanti setelah saya pulang. Lapor dulu (ke Presiden), saya tidak berani mendahului," ujarnya.

Rencana tersebut akan dibahas bersama sejumlah kementerian terkait, di antaranya Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Sebagai informasi, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang terus diperluas cakupannya. Pada 2026, anggaran program tersebut mencapai Rp268 triliun. Hingga April 2026, realisasi anggaran MBG dilaporkan telah mencapai Rp75 triliun dengan jumlah penerima manfaat sekitar 62 juta orang yang terdiri dari siswa, balita, dan ibu hamil di berbagai wilayah Indonesia.

Sumber: Idntimes.com

Lebih baru Lebih lama