![]() |
| SOSOK: Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus (tengah) saat menyampaikan respon terkait kabar Jokowi akan menjadi Ketua Dewan Pembina PSI - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, JAKARTA – PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan tidak mempermasalahkan kabar yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai Ketua Dewan Pembina.
Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus menegaskan hubungan politik antara partainya dan Jokowi telah berakhir sejak mantan presiden tersebut tidak lagi menjadi bagian dari PDIP.
Menurut Deddy, keputusan politik yang diambil Jokowi saat ini sepenuhnya merupakan hak pribadi dan tidak lagi berkaitan dengan internal partainya.
“Memangnya dari dulu dia tidak di PSI? Kan anaknya sudah Ketua Umum dan sebelum itu dia membesarkan PSI dengan merekrut orang-orangnya di pemerintahan dan BUMN,” kata Deddy kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Deddy menegaskan PDIP tidak memiliki kepentingan untuk mengomentari lebih jauh mengenai kemungkinan peran Jokowi di PSI.
“Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai, sudah dipecat dari keanggotaan partai. Jadi dia mau pakai jaket partai apa pun, itu urusan Jokowi,” ujarnya.
Meski demikian, PDIP tetap mencermati dinamika politik nasional yang berkembang menjelang Pemilu 2029, termasuk perkembangan yang terjadi di tubuh PSI.
Menurut Deddy, masih terlalu dini untuk menilai sejauh mana pengaruh Jokowi apabila benar bergabung dalam struktur PSI. Dampaknya terhadap elektabilitas PSI maupun konfigurasi politik nasional masih perlu dilihat dalam beberapa tahun ke depan.
“Apakah akan berdampak pada PDI Perjuangan? Kita lihat saja nanti karena pemilu masih jauh,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya spekulasi mengenai kemungkinan Jokowi menempati posisi strategis di PSI. Hingga saat ini belum terdapat pengumuman resmi dari Jokowi maupun PSI terkait kabar tersebut.
Sumber: Liputan6.com
