![]() |
| KAPAL: Penampakan kapal di Selat Hormuz - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, TEHERAN – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal pada Sabtu (20/6/2026). Kebijakan penutupan Selat Hormuz tersebut disampaikan oleh komando militer gabungan tertinggi Iran sebagai respons atas dinamika konflik di kawasan.
Dalam laporan yang dikutip dari Reuters, keputusan itu diambil setelah Iran menilai adanya dugaan pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh Amerika Serikat dan Israel.
Komando militer Iran menyebut penutupan Selat Hormuz sebagai “langkah pertama” sebagai bentuk respons atas pelanggaran komitmen yang mereka tuduhkan. Iran juga memperingatkan bahwa langkah lanjutan dapat diambil apabila pelanggaran terus berlanjut.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur laut strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan energi global. Penutupan jalur ini berpotensi memengaruhi arus pelayaran internasional di kawasan tersebut.
Sebelumnya, ketegangan di kawasan meningkat setelah serangkaian serangan dilaporkan terjadi di wilayah Lebanon yang menimbulkan korban jiwa. Serangan tersebut disebut menewaskan belasan orang dan memperburuk situasi keamanan regional.
Dalam perkembangan lain, Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan adanya gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah pada Jumat (19/6/2026). Namun, situasi di lapangan kembali berubah setelah adanya eskalasi serangan yang dilaporkan terjadi setelah pengumuman tersebut.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pihak-pihak terkait mengenai dampak penutupan Selat Hormuz terhadap aktivitas pelayaran internasional maupun pasokan energi global.
Pemerintah Iran menyatakan langkah tersebut berkaitan langsung dengan respons atas dinamika konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, terutama terkait dugaan pelanggaran kesepakatan yang sebelumnya telah diumumkan.
Sumber: Reuters
