![]() |
| SOSOK: Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, JAKARTA – TNI Angkatan Darat memastikan tidak menemukan bukti yang mendukung tuduhan terhadap seorang prajurit yang dikaitkan dengan video viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Kesimpulan tersebut diperoleh setelah TNI AD melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap pihak terkait, termasuk penelusuran digital dan pemeriksaan kesehatan terhadap prajurit yang namanya menjadi sorotan publik.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan pendalaman dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
“TNI AD telah melakukan pendalaman secara menyeluruh melalui pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, saksi, pemeriksaan kesehatan jiwa dan fisik, pemeriksaan Mental Ideologi serta penelusuran jejak digital,” kata Donny, Minggu (7/6/2026).
Video yang beredar sebelumnya menampilkan seorang prajurit bersama seorang pria lain dan memunculkan berbagai spekulasi di media sosial. Narasi yang menyertai unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet.
Namun, berdasarkan hasil penyelidikan internal, TNI AD menyatakan tidak menemukan indikasi yang mengarah pada tuduhan yang beredar.
“Fakta yang diperoleh menunjukkan bahwa konten yang viral berasal dari unggahan seorang warga sipil yang memiliki hubungan pertemanan dengan prajurit tersebut,” ujar Donny.
Menurutnya, berbagai asumsi yang berkembang di media sosial tidak sejalan dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap para pihak terkait.
“Unggahan itu kemudian berkembang menjadi berbagai spekulasi dan persepsi publik yang tidak sesuai dengan fakta hasil pemeriksaan. Keterangan saksi, hasil pemeriksaan kesehatan, serta penelusuran jejak digital secara konsisten tidak menemukan indikasi adanya perilaku menyimpang sebagaimana yang dituduhkan,” katanya.
Donny menegaskan TNI AD tetap berkomitmen menindak setiap pelanggaran disiplin maupun pelanggaran norma yang dilakukan anggotanya. Akan tetapi, dalam kasus yang menjadi perhatian publik ini, tidak ditemukan pelanggaran sebagaimana yang dituduhkan dalam narasi viral.
Meski demikian, institusi akan tetap memberikan pembinaan kepada prajurit yang bersangkutan agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi maupun menggunakan media sosial, sehingga tidak memicu kesalahpahaman di ruang publik.
Sumber: Viva.co.id
