Trump Buka Peluang Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran

SOSOK: Presiden Amerika Serikat Donald Trump - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, di tengah berlangsungnya proses negosiasi yang disebutnya menunjukkan perkembangan positif.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat membahas upaya diplomatik yang sedang berjalan antara Washington dan Teheran pascakonflik yang terjadi awal tahun ini. Menurut Trump, Khamenei memiliki peran penting dalam proses pembicaraan yang sedang berlangsung.

"Dia terlibat, tentu saja. Ya, saya pikir mereka sangat menghormatinya," kata Trump dalam wawancara dengan Pod Force One yang dikutip Anadolu Agency, Rabu (3/6/2026).

Trump bahkan tidak menutup kemungkinan adanya pertemuan langsung dengan pemimpin Iran tersebut apabila situasi berkembang ke arah yang lebih positif.

"Kita mungkin akan bertemu suatu saat nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan," ujarnya.

Selain menyinggung peluang pertemuan, Trump mengklaim Iran telah menyetujui salah satu syarat utama yang selama ini menjadi perhatian Amerika Serikat dan sekutunya, yakni tidak mengembangkan senjata nuklir.

Menurut dia, komitmen tersebut menjadi elemen penting dalam setiap pembahasan yang dilakukan kedua pihak.

"Kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir. Mereka sudah setuju bahwa mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Mereka bisa saja berubah pikiran, tetapi itu adalah salah satu hal yang harus mereka setujui dan itu sangat penting," kata Trump.

Isu program nuklir Iran sebelumnya menjadi alasan utama yang dikemukakan Amerika Serikat dan Israel saat melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Kedua negara menyatakan langkah tersebut bertujuan menghentikan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Teheran.

Meski ketegangan masih terjadi di kawasan, Trump menilai jalur diplomasi menunjukkan kemajuan yang menjanjikan.

Saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berlangsung dalam suasana yang positif meskipun masih terdapat insiden keamanan yang terjadi di lapangan.

"Saya dengar negosiasi itu sendiri berjalan sangat baik, bahkan sangat baik," ujarnya.

Trump juga menanggapi laporan mengenai perkembangan terbaru yang memicu pertanyaan soal keberlanjutan gencatan senjata. Menurutnya, situasi tersebut berhasil ditangani dengan cepat.

"Mereka melakukan sesuatu, bukan masalah besar. Kami mengatasinya. Kami segera memadamkannya sejak dini, seperti yang selalu kami lakukan dengan militer terhebat di dunia," kata Trump.

Sementara itu, pada hari yang sama, Kuwait melaporkan satu orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan yang dikaitkan dengan Iran. Otoritas Kuwait menyebut sejumlah fasilitas penting, termasuk misi diplomatik, mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.

Meski masih dibayangi ketegangan regional, pernyataan Trump menjadi sinyal bahwa jalur diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran masih terbuka. Jika negosiasi terus menunjukkan kemajuan, peluang pertemuan tingkat tinggi antara kedua pihak dapat menjadi salah satu langkah penting menuju penyelesaian konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Sumber: Tribunnews.com

Lebih baru Lebih lama