![]() |
| KEBAKARAN LAHAN: Petugas BPBD Kalsel melakukan pemadaman api di lahan gambut - Foto Dok Antara |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Sebanyak 1.678 titik panas terdeteksi di Kalimantan Selatan sejak awal tahun hingga awal Juli 2026. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada puncak musim kemarau.
Peningkatan kewaspadaan dilakukan melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla 2026 yang dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (6/7/2026).
Selain mencatat 1.678 titik panas, Kalimantan Selatan juga mengalami 41 kejadian kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah hingga awal Juli 2026.
Sementara itu, sepanjang Juni 2026 saja terpantau sebanyak 629 titik panas dengan luas kebakaran mencapai 42 hektare. Pemerintah daerah menilai kondisi tersebut menjadi sinyal meningkatnya potensi karhutla menjelang puncak musim kemarau.
"Data ini menjadi peringatan bagi kita semua agar tidak lengah. Pencegahan harus menjadi prioritas karena jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran meluas," ujar Gubernur H. Muhidin.
Menghadapi kondisi tersebut, Muhidin meminta seluruh unsur yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla memasuki fase siaga penuh.
Ia menegaskan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sistem komando harus dipastikan berjalan optimal agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
"Seluruh personel maupun sarana prasarana harus dipastikan siap mulai hari ini. Tingkatkan patroli terpadu, perkuat deteksi dini titik panas, dan lakukan pemadaman secepat mungkin sejak kebakaran pertama kali terdeteksi," tegasnya.
Menurut Muhidin, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan tetap menggunakan satu sistem komando yang dipimpin gubernur dengan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan sebagai koordinator pelaksana guna mempercepat koordinasi lintas instansi.
Berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal dengan puncaknya terjadi pada Agustus hingga September.
Sebagian besar kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan kini telah menetapkan status siaga karhutla. Adapun Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Bumbu masih berstatus waspada.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga memberi perhatian khusus terhadap kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran lahan gambut. Berbagai langkah mitigasi terus dioptimalkan, mulai dari pembangunan dan pemeliharaan sekat kanal, embung, hingga peningkatan patroli terpadu di kawasan rawan.
Di sisi lain, Gubernur kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
"Kita ingatkan kembali agar masyarakat tidak membakar lahan dan secepatnya melaporkan apabila mengetahui ada titik api di sekitar wilayahnya," pesannya.
Apel kesiapsiagaan diakhiri dengan simulasi penanggulangan karhutla yang melibatkan personel gabungan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi musim kemarau 2026.
Penulis: M Faidurrahman
