Pemkab Banjar Siaga Karhutla 2026, Enam Kecamatan Jadi Prioritas Penanganan

PENINJAUAN: Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, memantau alat penanggulangan kebakaran sebagai mitigasi Karhutla - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di halaman Kantor BPBD, Bincau, Martapura, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi dalam menghadapi ancaman Karhutla selama musim kemarau tahun ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, mengatakan apel kesiapsiagaan dilakukan untuk mengecek kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

“Prediksi BMKG menyebutkan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dan berada di bawah kondisi normal. Karena itu, diperlukan kesiapsiagaan dari pemerintah, masyarakat, Manggala Agni, serta seluruh pihak terkait untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat enam kecamatan yang menjadi prioritas penanganan Karhutla, yakni Martapura Barat, Martapura Timur, Sungai Tabuk, Gambut, Kertak Hanyar, dan Cintapuri Darussalam. Wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi, terutama pada kawasan dengan karakteristik lahan gambut.

Menurut Yudi, upaya pencegahan menjadi fokus utama pemerintah daerah pada tahun ini. Targetnya, jumlah kejadian Karhutla dapat ditekan hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pencegahan menjadi fokus utama. Target kita, kejadian Karhutla tahun ini dapat ditekan hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya melalui kesiapsiagaan dan sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Wasis Nugraha, menyebut berbagai sarana dan prasarana penanganan Karhutla telah dipersiapkan, mulai dari pompa pemadam atau alkon, selang, mesin pemadam hingga mobil tangki air.

BPBD Kabupaten Banjar juga mengaktifkan tiga posko utama, yakni Posko Induk di Kantor BPBD Banjar, Posko Martapura Barat, dan Posko Cintapuri Darussalam. Posko tersebut akan didukung sejumlah posko tambahan di beberapa kecamatan lainnya.

Untuk mendukung operasional selama musim kemarau, BPBD mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 juta yang akan digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.

Wasis mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah menangani kebakaran lahan yang sempat terjadi dan berhasil melokalisasi api sehingga tidak merambat ke kawasan permukiman.

Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, penyebab Karhutla masih didominasi aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, meskipun sebagian kecil dipengaruhi faktor alam.

Karena itu, BPBD bersama instansi terkait akan terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial, siaran radio, pemasangan pamflet, serta edukasi langsung di lapangan.

“Pencegahan menjadi kunci. Kami terus bersinergi dengan seluruh instansi terkait agar potensi Karhutla dapat diminimalkan sejak dini,” pungkas Wasis.

Sumber: RSB Banjar 

Lebih baru Lebih lama