Dugaan Kontak Fisik Dua Pejabat ASN Banjar, Sekda Buka Suara

BICARA: Sekda Kabupaten Banjar H. Yudi Andrea (tengah) - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Dugaan kontak fisik yang melibatkan dua pejabat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar menjadi perhatian publik. Menanggapi kabar tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, memastikan persoalan itu sedang ditangani melalui mekanisme mediasi.

Peristiwa yang diduga terjadi usai apel pada Senin (6/7/2026) itu masih dalam proses pendalaman. Pemerintah Kabupaten Banjar juga belum menyimpulkan adanya pelanggaran disiplin sebelum pemeriksaan selesai.

Informasi yang dihimpun menyebut dugaan insiden tersebut melibatkan seorang kepala dinas berinisial IJ dan seorang kepala bidang berinisial AY.

Keduanya disebut sempat terlibat cekcok yang berujung pada kontak fisik. Bahkan, beredar informasi bahwa salah satu pejabat diduga melakukan pemukulan terhadap atasannya. Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum menjadi kesimpulan resmi.

Sekda Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, membenarkan adanya persoalan internal di lingkungan organisasi. Menurutnya, penyelesaian saat ini masih difokuskan melalui proses mediasi.

"Ada sedikit gesekan di internal yang sebenarnya bisa diselesaikan melalui diskusi, rapat, maupun arahan," ujar Yudi saat dikonfirmasi.

 

Ia menegaskan, apabila hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya pelanggaran disiplin, termasuk dugaan tindakan kekerasan, Pemerintah Kabupaten Banjar akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kalau memang mengarah pada tindakan yang melanggar disiplin, termasuk dugaan kekerasan, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

Terkait kemungkinan adanya laporan kepada pihak kepolisian, Yudi mengaku belum menerima informasi mengenai hal tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa kronologi lengkap kejadian masih didalami.

"Sepengetahuan saya belum ada laporan ke kepolisian. Yang jelas, informasi itu sudah kami terima dan saat ini kedua belah pihak sedang menjalani proses mediasi," katanya.

Hingga berita ini dipublikasikan, kedua pejabat yang disebut dalam informasi tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan insiden tersebut.

Sumber: Mata Rakyat 

Lebih baru Lebih lama