![]() |
| KOMPAK: Ketua TP PKK Kalsel Hj Fathul Jannah Muhidin bersama jajaran kompak mengenakan kebaya di momen Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026 - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Fathul Jannah Muhidin, mengajak generasi muda terus melestarikan kebaya dan kain sasirangan sebagai identitas budaya bangsa sekaligus kebanggaan Banua. Ajakan itu disampaikan dalam Seminar Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026 di Hotel Roditha, Banjarmasin.
Momentum tersebut dinilai penting untuk memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya sekaligus mendorong keberlanjutan pelestarian kebaya dan sasirangan di tengah perkembangan zaman.
Seminar Hari Kebaya Nasional digelar melalui kolaborasi TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini diikuti organisasi perempuan dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, mulai dari Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW), Dharma Wanita Persatuan, hingga TP PKK kabupaten/kota.
Dalam kesempatan itu, Hj Fathul Jannah Muhidin tampil mengenakan kebaya biru tua yang dipadukan dengan kain sasirangan khas Kalimantan Selatan. Perpaduan tersebut menjadi simbol kecintaan terhadap budaya nasional sekaligus identitas daerah.
Mengawali sambutannya, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan itu mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan seminar sebagai rangkaian Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli.
Menurutnya, Hari Kebaya Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat rasa bangga terhadap kebaya sebagai warisan budaya bangsa.
"Hari Kebaya Nasional menjadi momentum bagi kita untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kebaya sebagai salah satu identitas budaya bangsa. Kebaya bukan hanya busana, tetapi juga simbol keanggunan, kesopanan, ketangguhan, dan jati diri perempuan Indonesia yang harus terus kita jaga, lestarikan, dan wariskan kepada generasi mendatang," ujar Hj Fathul Jannah Muhidin.
Ia menjelaskan, penetapan Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2023 merupakan bentuk penghargaan negara terhadap kebaya sebagai warisan budaya bangsa. Selain itu, pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO semakin memperkuat tanggung jawab seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kelestariannya.
Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, lanjutnya, kebaya memiliki nilai yang semakin istimewa ketika dipadukan dengan kain sasirangan sebagai wastra khas Banua.
"Di Kalimantan Selatan, kebaya dapat dipadukan dengan kain sasirangan sebagai ciri khas daerah. Perpaduan ini tidak hanya melestarikan budaya kita, tetapi juga memperkuat identitas Kalimantan Selatan di tengah dinamika perkembangan zaman," katanya.
Selain memperkuat identitas budaya, Fathul Jannah menilai pelestarian kebaya dan sasirangan juga berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang fesyen dan kriya berbasis budaya lokal.
Karena itu, TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dekranasda terus berkomitmen mendorong pengembangan UMKM melalui program pembinaan, pelatihan, promosi, dan pemberdayaan agar para perajin memiliki daya saing yang semakin baik.
Seminar turut menghadirkan perancang busana sekaligus pengamat mode Hj Kathrin Ambarsari sebagai narasumber. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan fashion show yang menampilkan perwakilan organisasi perempuan dari berbagai daerah sebelum ditutup dengan penampilan Hj Fathul Jannah Muhidin mengenakan kebaya dan kain sasirangan.
Menutup kegiatan, ia berharap peringatan Hari Kebaya Nasional mampu menginspirasi masyarakat, terutama generasi muda, untuk semakin bangga mengenakan kebaya sekaligus mencintai kain sasirangan.
"Dengan diadakannya seminar kebaya pada hari ini, semoga dapat menjadi sarana edukasi dan meningkatkan kesadaran generasi muda dan juga masyarakat kita untuk melestarikan dan lebih mencintai kebaya dan juga kain sasirangan khususnya, untuk kita di Kalimantan Selatan," tutup Hj Fathul Jannah Muhidin.
Penulis: M Faidurrahman
