Wali Kota Banjarbaru Dorong Kurikulum Berbasis Cinta Masuk ke Sekolah Negeri

SOSOK: Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby saat menghadiri peluncuran implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MTs Ulumul Qur'an Al Madani - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen memperluas implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diinisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia. Program yang mulai diterapkan di madrasah dan Raudhatul Athfal (RA) itu diharapkan juga dapat diterapkan di sekolah negeri melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby saat menghadiri peluncuran implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MTs Ulumul Qur'an Al Madani, Jalan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Selasa (21/7/2026).

Menurut Lisa, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah strategis Kementerian Agama RI dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, nilai kemanusiaan, serta sikap toleransi.

Ia berharap implementasi program tersebut tidak berhenti di lingkungan madrasah, melainkan dapat dikembangkan bersama Pemerintah Kota Banjarbaru agar menjangkau seluruh satuan pendidikan.

"Harapannya program Kurikulum Berbasis Cinta ini bukan hanya diterapkan di madrasah, tetapi juga dapat dikolaborasikan dengan Dinas Pendidikan sehingga bisa masuk ke sekolah-sekolah negeri di Kota Banjarbaru," ujar Lisa.


Ia menegaskan pendidikan sejatinya bukan hanya proses mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia.

"Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk meluncurkan sebuah dokumen kurikulum baru, melainkan untuk meletakkan fondasi peradaban baru yang dibangun di atas rasa kasih sayang," katanya.

Menurut Lisa, Kurikulum Berbasis Cinta dibangun di atas lima prinsip utama atau Panca Cinta, yakni cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta kepada diri sendiri dan sesama, cinta terhadap ilmu pengetahuan, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi dasar pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu melahirkan generasi yang matang secara emosional, spiritual, dan sosial.

"Melalui implementasi ini kita ingin mewujudkan sumber daya manusia yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing menuju Banjarbaru yang bermartabat dan berakhlak mulia," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Lisa juga menyampaikan Kota Banjarbaru dijadwalkan menerima penghargaan dari Persatuan Guru Cendekia Cekiawan Anak Negeri (PGCAN) dan PGRI Indonesia pada akhir Juli 2026. Penghargaan tersebut didedikasikan kepada seluruh guru madrasah di Kota Banjarbaru atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru H. Mukhlis Ridahni mengatakan Kurikulum Berbasis Cinta merupakan kebijakan Kementerian Agama yang menempatkan kasih sayang sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan.

Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi teladan yang menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan membahagiakan bagi seluruh peserta didik.

Sekedar informasi, dalam kegiatan yang sama, Pemerintah Kota Banjarbaru dan Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru juga menandatangani nota kesepakatan tentang inovasi PELAMINAN (Pelayanan Administrasi Kependudukan Pernikahan). Melalui kerja sama itu, layanan administrasi kependudukan bagi pasangan yang menikah akan dilakukan secara terintegrasi agar pelayanan publik menjadi lebih cepat, tepat, dan terpadu.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama