Hotspot Kian Bertambah, Operasi Modifikasi Cuaca Siap Digelar di Kalsel

KEBAKARAN LAHAN: Anggota Satgas Karhutla Kalsel berjibaku memadamkan api - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Jumlah titik panas (hotspot) di Kalimantan Selatan mulai bertambah seiring meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau. Menyikapi kondisi tersebut, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dijadwalkan digelar pada 15–21 Juli 2026 untuk membantu menekan risiko meluasnya kebakaran.

Operasi yang difasilitasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu merupakan tindak lanjut setelah ditetapkannya status darurat karhutla dan kekeringan di Kalimantan Selatan. Pelaksanaan OMC juga menjadi respons atas permohonan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan guna memperkuat penanganan bencana.

BNPB akan mengoperasikan satu unit pesawat Cessna Caravan 208B registrasi PK-SNP yang berpangkalan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru. Pesawat tersebut akan digunakan untuk melakukan penyemaian awan di wilayah yang berpotensi membentuk hujan sehingga diharapkan dapat meningkatkan curah hujan dan mengurangi risiko karhutla.

Dalam pelaksanaannya, BNPB menunjuk PT Milan Pillery Bersatu sebagai penyedia jasa Operasi Modifikasi Cuaca, sementara pengoperasian pesawat dilakukan bekerja sama dengan PT Smart Cakrawala Aviation.

Meski jadwal operasi telah ditetapkan, BPBD Kalimantan Selatan menyebut pelaksanaan penyemaian awan masih menunggu kedatangan pesawat di Banjarbaru.

Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Kalimantan Selatan, Ariansyah, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi untuk mematangkan seluruh persiapan.

"Sore tadi rapatnya," ujarnya singkat, Selasa (14/7/2026).

 

Ia juga belum dapat memastikan penyemaian awan langsung dilakukan pada hari pertama operasi.

"Informasinya besok pesawat baru tiba di Bandara Syamsudin Noor. Jadi kami belum bisa memastikan apakah langsung operasional atau tidak," katanya.

Secara terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BNPB, Agus, membenarkan rencana pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Selatan.

"Rencana kegiatan OMC sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla saat ini sedang disiapkan bersama BPBD Provinsi Kalimantan Selatan," ujarnya.

Menurut Agus, informasi teknis mengenai pelaksanaan operasi akan diumumkan melalui Posko Penanganan Karhutla BPBD Provinsi Kalimantan Selatan.

"Untuk pelaksanaan operasinya nanti akan dirilis melalui Posko BPBD Provinsi Kalimantan Selatan," pungkasnya.

Operasi Modifikasi Cuaca menjadi salah satu langkah mitigasi pemerintah di tengah meningkatnya jumlah hotspot di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, seperti Tanah Laut, Banjar, Balangan, Tapin, dan Banjarbaru. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu mencegah meluasnya karhutla yang berpotensi mengancam permukiman maupun kawasan produktif.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama