Resmikan Asrama Haji Banjarmasin, Menteri Haji Minta Aset Negara Lebih Produktif

SOSOK: Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan sambutan usai meresmikan Gedung SBSN 2025 Asrama Haji Kelas I Banjarmasin di Banjarbaru - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, meresmikan Gedung SBSN 2025 Asrama Haji Kelas I Banjarmasin di Banjarbaru, Jumat (10/7/2026). Dalam peresmian itu, ia menegaskan seluruh aset asrama haji harus dimanfaatkan secara optimal agar tidak hanya mendukung pelayanan ibadah, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi negara.

Menurut Irfan Yusuf, pengelolaan aset menjadi tantangan yang tidak kalah penting dibanding pembangunan fisik. Karena itu, seluruh fasilitas yang telah dibangun harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan haji dan umrah.

Peresmian Gedung SBSN 2025 berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Banjarbaru. Pada kesempatan tersebut, Irfan Yusuf mengingatkan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 30 asrama haji, tetapi baru sekitar 16 di antaranya yang berfungsi sebagai embarkasi pemberangkatan jamaah.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alasan penting agar seluruh aset yang telah dibangun dapat dikelola secara maksimal sehingga tidak menjadi fasilitas yang kurang dimanfaatkan.

"Membangun itu bukan hal yang mudah, tetapi merawat dan memaksimalkan penggunaannya jauh lebih sulit. Karena itu saya berharap Asrama Haji Banjarmasin ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujarnya.

 

Ia mengatakan pemerintah mewarisi aset-aset asrama haji dengan kondisi yang beragam. Sebagian memiliki fasilitas yang memadai, sebagian lainnya masih memerlukan penyempurnaan, sementara ada pula bangunan yang telah berusia cukup lama sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam pengelolaannya.

Menurut Irfan Yusuf, seluruh aset tersebut dibangun menggunakan dana masyarakat sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara efektif, profesional, dan bertanggung jawab.

"Semua bangunan ini adalah amanah. Dibangun menggunakan uang rakyat dan uang umat. Jangan sampai sudah dibangun tetapi tidak digunakan. Kita harus berpikir keras agar seluruh aset ini memberikan manfaat yang maksimal," katanya.

Selain menjadi pusat pelayanan ibadah haji, Irfan Yusuf mendorong agar Asrama Haji Banjarmasin dikembangkan sebagai pusat layanan jamaah umrah atau service hub. Dengan konsep tersebut, jamaah dapat memperoleh berbagai layanan sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.

"Kita ingin asrama haji menjadi pusat layanan atau service hub bagi jamaah umrah. Jamaah bisa mendapatkan pelayanan yang baik sebelum berangkat sehingga keberadaan asrama haji benar-benar dirasakan manfaatnya," jelasnya.

Ia juga berharap keberadaan asrama haji tidak lagi hanya menjadi pusat belanja pemerintah, melainkan mampu berkembang sebagai aset produktif yang berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui pemanfaatan fasilitas secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Irfan Yusuf turut membagikan pengalaman penyelenggaraan embarkasi baru di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, daerah tersebut tahun ini berhasil memberangkatkan jamaah haji langsung melalui bandara internasional meski belum memiliki asrama haji, sehingga model tersebut dapat menjadi alternatif bagi daerah lain yang memenuhi persyaratan, terutama dari sisi kesiapan bandara dan jumlah jamaah.

Peresmian Gedung SBSN 2025 Asrama Haji Kelas I Banjarmasin diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pelayanan haji dan umrah di Kalimantan Selatan sekaligus mendorong pengelolaan aset negara yang lebih produktif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama