![]() |
| PERESMIAN: Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan meresmikan Rumah Sakit Bhayangkara dr. Yusuf Wibandoko di Kota Banjarbaru - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan kehadiran Rumah Sakit Bhayangkara dr. Yusuf Wibandoko di Kota Banjarbaru diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas.
Menurutnya, lokasi rumah sakit yang berada di tengah Kota Banjarbaru akan memudahkan masyarakat memperoleh berbagai layanan kesehatan.
"Harapannya, dengan keberadaan Rumah Sakit Bhayangkara ini, khususnya di tengah Kota Banjarbaru, masyarakat dapat lebih cepat mengakses layanan-layanan kesehatan yang tersedia," ujar Kapolda di Banjarbaru, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan fasilitas kesehatan tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri agar kualitas pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan.
"Polri terus melaksanakan arahan pimpinan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di berbagai bidang, dan hari ini diwujudkan melalui peningkatan layanan kesehatan," katanya.
Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan seluruh layanan kesehatan yang selama ini tersedia di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin tetap akan beroperasi sebagaimana mestinya. Sementara itu, Rumah Sakit Bhayangkara di Banjarbaru akan terus dikembangkan.
Bahkan, saat ini rumah sakit tersebut sedang diusulkan untuk memiliki status sebagai rumah sakit tersendiri. Proses administrasinya masih berlangsung di Markas Besar (Mabes) Polri.
Selain pengembangan layanan kesehatan, Polda Kalimantan Selatan juga tetap mempertahankan bangunan lama yang berada di bagian depan kawasan rumah sakit sebagai bentuk pelestarian cagar budaya.
Menurut Kapolda, bangunan tersebut merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang masih tersisa di Kalimantan Selatan sehingga nilai historisnya harus tetap dijaga.
"Bangunan depan tetap dipertahankan sebagai bagian dari pelestarian budaya. Ke depan, bangunan tersebut memungkinkan dimanfaatkan sebagai sarana komersial untuk mendukung operasional rumah sakit tanpa menghilangkan nilai sejarah yang dimilikinya," pungkasnya.
Penulis: M Faidurrahman
