Pemadaman Listrik Bergilir di Kalimantan Selatan Terjadi Lagi, PLN Jelaskan Penyebabnya

PERBAIKAN: Petugas PLN melakukan pengecekkan kWh meter - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Pemadaman listrik bergilir kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. PT PLN (Persero) menjelaskan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah gangguan sistem kelistrikan yang lebih luas selama proses pemeliharaan salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).

Penjelasan itu disampaikan General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng, Iwan Soelistijono, melalui komunikasi yang diunggah Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, di akun Instagram resminya.

Dalam unggahannya, Ananda mengatakan pihaknya terus berupaya berkoordinasi dengan PLN, baik melalui jalur formal maupun informal, agar pelayanan kelistrikan di Banjarmasin dapat segera kembali normal.

"Selain komunikasi secara formal, komunikasi informal pun kami gawi supaya pelayanan kelistrikan di Banjarmasin kawa nang kaya sedia kala selakas-lakasnya," tulis Ananda.


Melalui percakapan tersebut, Iwan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, pemadaman bergilir merupakan langkah yang harus dilakukan selama proses pemeliharaan salah satu unit PLTGU agar tidak terjadi pemadaman dalam skala yang lebih luas.

"Untuk pemadaman di Kalsel, akibat pemeliharaan salah satu pembangkit PLTGU, untuk menghindari padam meluas, diperlukan pola padam bergilir," ujar Iwan.

Ia menambahkan, PLN terus memaksimalkan proses perbaikan sehingga jumlah pelanggan yang terdampak diharapkan mulai berkurang pada pekan depan.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk membantu menjaga kestabilan pasokan listrik dengan mengurangi penggunaan daya sekitar 40 persen selama masa pemeliharaan berlangsung.

"Kami memohon kepada masyarakat pelanggan untuk mengurangi penggunaan sebesar 40 persen, jadi yang menyala hanya freezer sebagai contoh, nanti kita pantau di gardu apakah pelanggan sudah mengurangi," katanya.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada pelanggan yang memiliki beban listrik cukup besar, termasuk pelaku usaha mikro dan pedagang produk beku (frozen food).

Sebagai langkah mengurangi dampak pemadaman, PLN UID Kalselteng turut membagikan lampu darurat (emergency) kepada warga. Selain itu, perusahaan menyiagakan genset serta Uninterruptible Power Supply (UPS) di sejumlah tempat ibadah.

PLN memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat seiring perkembangan proses pemeliharaan pembangkit hingga sistem kelistrikan kembali normal.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama