Pemprov Kalsel Bekali Penyandang Disabilitas Keterampilan untuk Hidup Mandiri

FOTO BERSAMA: Dinsos Kalsel kembali memperkuat kapasitas para difabel melalui Program Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Angkatan VIII Tahun 2026 - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial kembali memperkuat upaya pemberdayaan penyandang disabilitas dengan menggelar Program Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Angkatan VIII Tahun 2026 di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan.

Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan sekaligus meningkatkan kemandirian agar mampu berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie, mengatakan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan, perlindungan, kesempatan, serta pengembangan diri sehingga dapat hidup mandiri dan produktif.

"Rehabilitasi sosial bukan hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan sosial, serta mempersiapkan peserta agar mampu berkarya sesuai dengan potensi yang dimiliki," ujar Farhanie di Banjar, Kamis (23/7/2026).


Ia mengapresiasi jajaran PRSPDNF Fajar Harapan yang terus memberikan layanan rehabilitasi sosial, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program tersebut.

Program Angkatan VIII Tahun 2026 diikuti sembilan peserta dari tujuh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Selama mengikuti rehabilitasi, peserta memperoleh layanan bimbingan fisik, mental, spiritual, dan sosial, serta pelatihan keterampilan sesuai minat dan bakat.

Rinciannya, lima peserta mengikuti pelatihan komputer, tiga peserta mendapatkan pelatihan tata boga, dan satu peserta mengikuti pelatihan menjahit.

Farhanie berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan pembelajaran dengan disiplin agar keterampilan yang diperoleh menjadi bekal untuk bekerja, berwirausaha, maupun meningkatkan kualitas hidup setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ia juga berpesan kepada instruktur, pendamping, dan seluruh petugas agar memberikan pelayanan yang profesional, humanis, serta menjunjung tinggi penghormatan terhadap martabat penyandang disabilitas.

"Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari selesainya proses pelatihan, tetapi juga dari meningkatnya kemandirian dan keberfungsian sosial para peserta," tegasnya.

Sementara itu, Kepala PRSPDNF Fajar Harapan, Andrie Iswandy, menjelaskan peserta tidak hanya menerima pelatihan keterampilan, tetapi juga memperoleh rehabilitasi sosial secara menyeluruh melalui bimbingan fisik, mental, spiritual, dan sosial.

Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan membentuk pribadi yang lebih mandiri, percaya diri, serta siap kembali menjalankan fungsi sosial di tengah keluarga maupun masyarakat.

Melalui program rehabilitasi sosial ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap semakin banyak penyandang disabilitas memiliki kompetensi, kesempatan, dan kemandirian sehingga dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah yang inklusif.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama