PWNU Kalsel menjadi bagian dari 32 wilayah yang mendukung Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

SIMBOL: Bendera Nahdlatul Ulama - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan masuk dalam daftar 32 PWNU se-Indonesia yang mendukung DKI Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Dukungan tersebut disepakati dalam rapat koordinasi daring para Ketua PWNU pada Kamis malam, 2 Juli 2026. Mereka mengusulkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar salah satu pondok pesantren di wilayah DKI Jakarta ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

Ketua PWNU Sumatra Barat, Prof Ganefri, menilai Jakarta menjadi pilihan yang paling realistis karena memiliki kesiapan infrastruktur, kemudahan akses, dan fasilitas pendukung yang memadai untuk menampung peserta dari seluruh Indonesia.

“Muktamar ini forum besar NU. Karena itu, tempatnya harus yang paling siap, paling mudah dijangkau, dan paling memungkinkan untuk mempercepat koordinasi. Dengan waktu persiapan yang semakin pendek, Jakarta adalah pilihan yang paling realistis,” kata Prof Ganefri, dikutip Sabtu (4/7/2026).

Ketua PWNU Lampung, H Puji Raharjo, juga menegaskan dukungan terhadap Jakarta didasarkan pada sejumlah pertimbangan teknis. Menurut dia, ibu kota dinilai memenuhi kriteria penyelenggaraan Muktamar sebagaimana dibahas dalam Munas dan Konbes NU 2026.

Selain itu, waktu persiapan yang tersisa kurang dari 30 hari membutuhkan lokasi dengan infrastruktur yang siap, koordinasi yang mudah, serta fasilitas penunjang yang lengkap.

Puji menyebut Jakarta memiliki keunggulan dari sisi transportasi dan akomodasi, termasuk tersedianya penerbangan langsung dan akses darat dari berbagai daerah di Indonesia.

Dukungan serupa juga disampaikan Ketua PWNU Papua Pegunungan, Abdul Kohar. Ia menilai Jakarta lebih memudahkan peserta dari wilayah timur Indonesia untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Muktamar.

“Memang dari awal saya terus menyuarakan DKI Jakarta sebagai tuan rumah. Kalau di Kediri lagi, kami capek. Kemarin waktu Munas-Konbes NU di Ploso saja, kami keluar rumah jam 6 pagi, capek duduk di pesawat, capek di bus dalam perjalanan. Sampai arena, yang terasa hanya capek dan mengantuk. Kalau Jakarta kan enak transportasinya,” ujarnya.

Menurut Abdul Kohar, kemudahan akses menjadi faktor penting agar peserta dari daerah yang jauh dapat mengikuti persidangan Muktamar dengan kondisi yang lebih siap.

Meski demikian, Puji menegaskan bahwa usulan Jakarta tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan aspirasi daerah lain yang sebelumnya mengajukan diri sebagai tuan rumah. Keputusan akhir mengenai lokasi penyelenggaraan tetap berada di tangan PBNU.

“Kami menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir kepada PBNU,” kata Puji.

Selain Kalimantan Selatan, dukungan terhadap Jakarta juga datang dari PWNU Lampung, Sumatra Barat, Bengkulu, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, DIY, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, NTB, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Bali, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama