![]() |
| AKSI SOSIAL: Ketua BKOW Kalsel, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi, menyerahkan perlengkapan sekolah kepada peserta sunatan massal - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar sunatan massal bagi 30 anak dari keluarga kurang mampu di lobi Kantor Gubernur Kalsel, Banjarmasin, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalsel itu menjadi upaya memperluas akses layanan kesehatan dasar yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.
Ketua BKOW Kalsel, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi, mengatakan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi untuk membiayai khitan anak mereka.
"Saat ini banyaknya anak yang dikhitan sebanyak 30 orang, mudahan nanti bisa lebih banyak lagi," ujar Ellyana di sela kegiatan.
Selama pelaksanaan, Ellyana juga tampak menyemangati para peserta yang menjalani prosedur khitan menggunakan teknik elektrokauter atau sunat laser.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan dan DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan yang turut mendukung hingga kegiatan tersebut dapat terlaksana. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para orang tua yang telah mempercayakan layanan khitan anak mereka kepada panitia.
Menurut Ellyana, program sunatan massal diharapkan dapat memberikan perlakuan medis yang aman dan bermartabat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menjadi bagian dari perlindungan anak dan peningkatan akses layanan kesehatan dasar.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Provinsi Kalsel Husnul Hatimah mengatakan seluruh peserta tidak hanya memperoleh layanan khitan gratis, tetapi juga menerima bingkisan berupa tas sekolah, sarung, dan uang tunai.
Ia menuturkan khitan merupakan salah satu kebutuhan dasar kesehatan dan kebersihan bagi anak laki-laki yang juga memiliki nilai agama dan budaya di masyarakat.
Selain itu, tindakan khitan dinilai memiliki manfaat medis, seperti mengurangi risiko infeksi saluran kemih dan berbagai risiko kesehatan lainnya. Namun, akses terhadap layanan khitan yang aman dan terstandar masih menjadi kendala bagi sebagian keluarga kurang mampu karena faktor biaya dan keterbatasan informasi.
Di lokasi yang sama, salah seorang orang tua peserta, Herlina, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut karena biaya sunatan saat ini cukup tinggi bagi keluarganya.
"Sangat terbantu, apalagi biaya sunatan sekarang mencapai satu juta," katanya.
Ia juga mengapresiasi bantuan tambahan berupa uang tunai, sarung, dan tas sekolah yang diterima anaknya menjelang dimulainya kembali kegiatan belajar di sekolah.
Proses khitan dalam kegiatan itu dilakukan oleh tim medis menggunakan teknik elektrokauter atau sunat laser, yakni metode yang memanfaatkan elemen pemanas elektrik untuk memotong jaringan sekaligus menghentikan perdarahan. Teknik tersebut memungkinkan proses berlangsung lebih cepat dengan masa pemulihan luka yang relatif singkat.
Penulis: M Faidurrahman
