![]() |
| KEGIATAN KEAGAMAAN: Suasana Haul ke-131 Al Alimul Allamah Qadhi H. Abdush Shamad bin Mufti H. Jamaluddin sekaligus Milad ke-326 di Batola - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati Masjid Nurul Anwar, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, dalam peringatan Haul ke-131 Al Alimul Allamah Qadhi H. Abdush Shamad bin Mufti H. Jamaluddin sekaligus Milad ke-326 Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan), belum lama tadi.
Suasana religius menyelimuti pelaksanaan haul yang menjadi salah satu agenda keagamaan besar di Kalimantan Selatan tersebut. Selain menjadi ajang mengenang jasa para ulama besar Banua, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meneladani perjuangan mereka dalam menyebarkan syiar Islam.
Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi mengatakan sosok Qadhi H. Abdush Shamad merupakan ulama kharismatik yang lahir di Marabahan dan mewariskan ilmu, keteladanan, serta nilai-nilai kehidupan yang hingga kini tetap relevan bagi masyarakat.
"Kalimantan Selatan diberkahi para ulama besar seperti Datu Kalampayan beserta keturunannya, termasuk Qadhi H. Abdush Shamad. Beliau bukan hanya seorang alim, tetapi juga menjadi penuntun umat yang menghadirkan ketenangan, persatuan, dan tuntunan dalam kehidupan bermasyarakat. Semoga kita mampu meneladani serta mengamalkan ajaran yang telah beliau wariskan," ujar Bahrul Ilmi.
Ia juga mengajak seluruh jemaah meluruskan niat menghadiri haul semata-mata mengharap rida Allah SWT, sekaligus menjadikan majelis ilmu sebagai sarana memperkuat keimanan dan mempererat persaudaraan.
Menurut Bahrul, berkembangnya syiar Islam di Barito Kuala hingga saat ini tidak terlepas dari perjuangan para ulama terdahulu yang mengabdikan hidupnya untuk dakwah dan pendidikan umat.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bagian Bina Mental Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Pauji, menegaskan warisan para ulama merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah.
"Al Alimul Allamah Qadhi H. Abdush Shamad merupakan ulama besar yang menjadi cahaya bagi masyarakat Kalimantan dan Nusantara. Beliau tidak hanya mewariskan ilmu fikih dan tauhid, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak, keikhlasan, dan kebijaksanaan yang menjadi modal besar membangun Kalimantan Selatan yang maju, religius, dan sejahtera," katanya.
Rangkaian haul diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Lukman Hakim, dilanjutkan lantunan maulid dari Pondok Pesantren Mujahidin Marabahan, sambutan keluarga yang disampaikan Guru H. Muhammad Mobarak, pembacaan manaqib Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari oleh H. Safwansyah, manaqib Qadhi H. Abdush Shamad oleh H. Nuzulul Khair, kemudian ditutup dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama.
Turut hadir Sekretaris Daerah Barito Kuala, jajaran Forkopimda, Anggota DPR RI H. Pangeran Khairul Saleh, KH. Asgalani, Lc beserta keluarga besar zuriat Datu Kalampayan dan Qadhi H. Abdush Shamad Bakumpai, Wakil Ketua DPRD Batola, Kapolres Batola, Kepala Kantor Kementerian Agama Batola, Ketua BAZNAS Batola, Ketua MUI Batola, pimpinan SKPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan jemaah dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan.
Peringatan haul tersebut kembali menegaskan besarnya kecintaan masyarakat Banua kepada para ulama. Selain menjadi tradisi keagamaan yang terus terjaga, haul juga menjadi ruang silaturahmi, memperkuat persatuan umat, serta menghidupkan kembali semangat meneladani akhlak, keilmuan, dan perjuangan para pendahulu dalam membangun masyarakat yang religius.
Sumber: Baritokualakab.go.id
